UGM Pasang Penjernih Air Surya di Bener Meriah
- Humas UGM
Relawan UGM, UTU, dan PNL yang dipimpin Kepala LPPM UTU, Herri Darsan, S.T., M.T., juga menjangkau wilayah Simpur yang masih terisolasi. Di sana, tim melakukan pemeriksaan kesehatan, ANC, serta USG bagi ibu hamil. Simpur dan Puskesmas Mesidah akan menjadi titik prioritas berikutnya untuk pemasangan alat penjernih air.
Di RSUD Muyang Kute, tim UGM telah menyerahkan dua sistem sumur bor, tandon air berkapasitas 5.000 liter dan 3.000 liter, serta sistem penjernih air sederhana yang kini berfungsi dengan baik. Nurhadi menegaskan bahwa kegiatan ini terlaksana berkat dukungan hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI.
Berdasarkan laporan BNPB, bencana banjir dan longsor di Aceh Utara dan Bener Meriah pada akhir Desember 2025 menyebabkan lebih dari 12 ribu warga mengungsi. Di Kabupaten Bener Meriah, tercatat 8 puskesmas terdampak dengan keterbatasan pasokan air bersih. Sementara itu, kapasitas PDAM daerah hanya mampu melayani sekitar 40 persen kebutuhan harian akibat kerusakan sumber air.