UMY Resmikan Palestine Center for Global Peace
- Humas UMY
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) meluncurkan Palestine Center for Global Peace. Soft launching pusat kajian ini digelar melalui Strategic Meeting di Gedung AR Fachruddin A lantai 5, Selasa (13/01/2026) lalu. Melalui Palestine Center for Global Peace ini UMY menilai konflik Palestina bukan hanya soal politik, melainkan juga menyangkut kemanusiaan dan masa depan generasi, sehingga pendidikan dan diplomasi akademik dipandang sebagai jalur strategis untuk membangun perdamaian yang berkeadilan.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr H Syamsul Anwar, menekankan bahwa dakwah Islam tidak bisa dilepaskan dari upaya membangun keadilan sosial. Menurutnya, dakwah bukan sekadar ceramah, melainkan diwujudkan melalui pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial. “Muhammadiyah mendefinisikan dirinya sebagai gerakan dakwah Islam yang menjalankan amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid. Sumbernya Al-Qur’an dan Sunnah, dengan akidah Islam sebagai landasan,” ujarnya. Syamsul juga menyoroti pesatnya perkembangan amal usaha Muhammadiyah yang kini mengelola lebih dari 100 universitas, ribuan sekolah, ratusan pesantren, serta ratusan rumah sakit dan klinik di seluruh Indonesia.
Presiden Universitas Al-Quds, Palestina, Prof Dr Imad Abu Kishek, menyampaikan apresiasi atas kesinambungan sistem pendidikan dan kesehatan Muhammadiyah. Ia menilai model yang dikembangkan Muhammadiyah relevan untuk menjawab tantangan umat di berbagai belahan dunia, termasuk Palestina. “Kami ingin membangun jembatan antara Indonesia dan Yerusalem melalui pendidikan. Tidak ideal jika mahasiswa mengenal Eropa, tetapi tidak mengenal saudara-saudaranya di dunia Islam,” ungkapnya.
Imad juga mengumumkan rencana penguatan kerja sama jangka panjang melalui pendirian wakaf pendidikan. Menurutnya, wakaf merupakan instrumen penting untuk menjaga kesinambungan hubungan, mendukung mahasiswa, riset, serta keberlanjutan institusi pendidikan di Palestina. “Kami telah membangun wakaf di beberapa negara dan berharap dapat melakukan hal yang sama bersama saudara-saudara di Indonesia,” jelasnya.
Kerja sama ini diharapkan melibatkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), termasuk UMY, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Bentuk kolaborasi yang direncanakan mencakup pertukaran mahasiswa, riset bersama, serta penguatan solidaritas umat melalui jalur pendidikan.