Inkubator Cerdas untuk Perawatan Intensif Hewan Peliharaan
- Dok Humas UGM
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Fenomena kepemilikan hewan peliharaan di Indonesia semakin menonjol dalam satu dekade terakhir. Hewan kesayangan tidak lagi sekadar dianggap sebagai hiburan, melainkan bagian dari gaya hidup yang mampu memberikan dukungan psikososial bagi pemiliknya. Data Euromonitor International mencatat peningkatan signifikan populasi hewan peliharaan di Indonesia antara tahun 2016 hingga 2022. Populasi kucing meningkat dari 2,15 juta ekor menjadi 4,80 juta ekor, sementara populasi anjing naik dari 459 ribu ekor menjadi 737 ribu ekor. Tren ini menunjukkan adanya pertumbuhan lebih dari 120 persen untuk kucing dan sekitar 60 persen untuk anjing dalam kurun waktu enam tahun.
Peningkatan jumlah hewan peliharaan beriringan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesejahteraan hewan. Hal ini menimbulkan kebutuhan akan fasilitas kesehatan veteriner yang lebih memadai, khususnya pada fase perawatan intensif. Salah satu perangkat yang krusial dalam mendukung perawatan tersebut adalah inkubator, yang berfungsi menjaga kestabilan suhu, kelembapan, serta kondisi lingkungan bagi hewan yang sedang sakit atau dalam masa pemulihan.
Menjawab kebutuhan tersebut, tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karya Inovatif (PKM-KI) berhasil mengembangkan Inkubator Cerdas Perawatan Intensif Hewan Kesayangan (Inkupets). Ketua tim, Zidan Az Zulfa, menjelaskan bahwa pengembangan Inkupets dilatarbelakangi oleh dominasi produk inkubator impor yang berharga tinggi dan sulit dijangkau oleh banyak klinik hewan di Indonesia. Inkupets hadir sebagai solusi berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan aplikasi mobile, sehingga memungkinkan pemantauan kondisi hewan secara real-time dan meningkatkan efisiensi penggunaan.
Tim pengembang terdiri dari mahasiswa lintas disiplin: Zidan Az Zulfa (Elektronika dan Instrumentasi 2023), Lukas Ivander Mario Andrean (Kedokteran Hewan 2022), Marsha Paramitha Susanto (Kimia 2023), Vytis Rabbani Rex (Elektronika dan Instrumentasi 2023), serta Ata Beckham De Porras (Teknologi Rekayasa Elektro 2023). Kolaborasi multidisiplin ini menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga pada kebutuhan medis veteriner.
Menurut Lukas Ivander, Inkupets dilengkapi dengan sistem monitoring kesehatan yang mampu memantau kondisi vital hewan di dalam inkubator. Fitur tambahan seperti nebulizer, pengaturan cahaya, sistem sirkulasi udara, dan desinfeksi menjadikan Inkupets lebih komprehensif dibandingkan inkubator konvensional. Sementara itu, Vytis Rabbani menambahkan bahwa Inkupets dirancang dengan material berkualitas tinggi, seperti aluminium untuk kerangka, akrilik untuk badan inkubator, serta PETG untuk komponen elektronik, sehingga menjamin durabilitas dan keamanan perangkat.