Mahasiswa KKN UGM Turun Tangan Bantu Warga Pati Hadapi Banjir
- Humas UGM
PATI, VIVA Jogja - Banjir yang telah berlangsung hampir tiga pekan masih menenggelamkan puluhan desa di Kabupaten Pati. Kecamatan Juwana menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak, dengan Desa Tluwah, Jepuro, dan Kedung Pancing masih terisolasi akibat akses jalan yang terputus.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim KKN unit Arung Juwana bersama Relawan Banjir Tluwah bergerak cepat memberikan bantuan. Mereka tidak hanya menyalurkan logistik, tetapi juga ikut mendampingi warga dalam berbagai kebutuhan darurat.
Koordinator tim mahasiswa, Larasati Daniswara, menuturkan bahwa keterlibatan mereka merupakan wujud nyata kepedulian sekaligus pembelajaran lapangan. “Kami belajar langsung dari masyarakat yang tetap tenang menghadapi bencana ini. Gotong royong menjadi kekuatan utama,” ujarnya, Kamis (29/01/2026).
Di lapangan, mahasiswa KKN terlibat dalam pencatatan donasi di posko, membantu ibu-ibu di dapur umum, mendampingi tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan keliling, hingga mengantarkan bantuan ke rumah-rumah warga.
Ketua Relawan Banjir Tluwah, Dewi Riyani, menyebut banjir kali ini mengingatkan warga pada peristiwa besar tahun 2014 dan 2024, ketika air naik dengan cepat dan merendam pemukiman. “Kami bersyukur ada dukungan dari mahasiswa KKN yang membantu meringankan beban warga,” katanya.
Apresiasi juga datang dari perangkat desa. Taurina, salah satu perangkat Desa Tluwah, menyampaikan terima kasih atas kerja keras para relawan dan mahasiswa. “Dedikasi teman-teman KKN sangat berarti. Semoga pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga bagi mereka,” ujarnya.
Banjir yang masih berlangsung menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam penanganan bencana. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya membantu secara praktis, tetapi juga memperkuat semangat solidaritas warga Pati untuk bangkit bersama.