UGM Latih Kader Lokal untuk Dampingi Pasien Kanker Payudara

Pelatihan kader lokal dampingi pasien kanker payudara
Sumber :
  • Humas UGM

SLEMAN, VIVA Jogja   Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) meluncurkan program pelatihan kader kesehatan lokal untuk mendampingi pasien kanker payudara. Program ini menjadi bagian dari proyek penelitian Collaborative cOMMUNIty Care breAst cancEr inDonesia (COMMUNICATED) yang bertujuan memperkuat dukungan berbasis komunitas dalam penanganan kanker.

img_title Semarak Kebersamaan Lansia dan PAUD Mantrijeron Jadi Wadah Pelayanan Publik

Kanker payudara masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan sekitar 70 persen kasus kanker payudara ditemukan pada stadium lanjut (III dan IV), sehingga peluang kesembuhan relatif rendah. Kondisi ini diperparah oleh keterlambatan diagnosis dan minimnya pendampingan di tingkat komunitas.

Sebagian besar pasien menjalani perawatan di rumah, dan baru mencari layanan kesehatan ketika gejala klinis semakin berat. Situasi ini menimbulkan tantangan fisik dan psikologis, serta membuat interaksi dengan fasilitas kesehatan tidak selalu mudah. Di sinilah peran kader kesehatan lokal menjadi penting, yakni menumbuhkan semangat pasien untuk rutin berobat, menjalani kemoterapi, dan tetap optimis menghadapi proses penyembuhan.

img_title Pemkot Yogyakarta Dorong Penguatan Potensi Kelurahan untuk Ungkit Ekonomi Lokal

Principal Investigator COMMUNICATED, Martina Sinta Kristanti, S.Kep., Ns., MN., Ph.D., menjelaskan bahwa selama ini kader kesehatan lebih banyak terlibat dalam program ibu-anak, lansia, dan kesehatan jiwa. Namun, kapasitas kader dalam mendampingi pasien kanker masih terbatas. “Pelatihan terkait kanker biasanya bersifat insidental. Padahal kebutuhan pendampingan pasien kanker di masyarakat sangat besar,” ujarnya dalam kegiatan di Auditorium FK-KMK UGM, Kamis (12/2).

Program ini mengusung filosofi “tonggo ngerumat tonggo”, yakni pendekatan berbasis kedekatan sosial di lingkungan tempat tinggal. Hanya kader yang memiliki tetangga dengan kanker payudara yang dapat mengikuti pelatihan. Setelah pelatihan, kader diminta melakukan kunjungan ke pasien sebanyak tiga kali dalam rentang dua minggu hingga satu bulan. Tujuannya untuk mengukur efektivitas pelatihan dan perubahan kualitas hidup pasien.

img_title Job Fair Kota Yogyakarta 2026: Ribuan Lowongan Kerja dan Komitmen Dunia Usaha Inklusif

Hingga kini, tercatat 112 kader telah mengikuti pelatihan, dengan komposisi 43 persen berasal dari Kota Yogyakarta, 23 persen dari Kabupaten Sleman, serta sisanya dari Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Bali. Pelatihan dibagi dalam beberapa gelombang, termasuk gelombang di Bali, dengan durasi dua hingga tiga minggu. Model edukasi yang dikembangkan adalah Kader TATAK (Tangguh dan Tanggap Kanker), menggunakan media buku, flipchart, dan aplikasi berbasis web-app.

Halaman Selanjutnya
img_title