UGM Terima Penghargaan TCID Author Awards 2025

Kampus UGM
Sumber :
  • Istimewa

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi di kancah akademik nasional. Dalam ajang TCID Author Awards 2025 yang diselenggarakan oleh The Conversation Indonesia secara daring, UGM dinobatkan sebagai Universitas Terproduktif Kedua dengan capaian 51 publikasi sepanjang tahun 2025.

img_title Pemerintah Kota Yogya Gelar Pasar Pangan Murah untuk Jaga Daya Beli Warga

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kontribusi para akademisi dan peneliti yang aktif menyuarakan gagasan berbasis sains di ruang publik. Tahun ini, TCID Author Awards menghadirkan 13 kategori penghargaan, melibatkan 323 perguruan tinggi, kementerian, dan lembaga, serta 799 penulis aktif yang berpartisipasi dalam menyebarkan pengetahuan melalui artikel dan opini.

Direktur Penelitian UGM, Prof Mirwan Ushada, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi bukti komitmen sivitas akademika UGM—dosen, peneliti, dan mahasiswa—dalam membumikan ilmu pengetahuan agar dapat diakses dan dipahami masyarakat luas. “Pencapaian ini adalah bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh sivitas UGM yang terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian serta publikasi,” ujarnya.

img_title RI Rencanakan Pembangunan PLTN, UGM Siap Dukung dari Sisi SDM

Menurut Mirwan, publikasi ilmiah yang disebarkan melalui kanal digital dan media sosial tidak hanya memperluas jangkauan pengetahuan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih kritis dalam menyikapi informasi. Ia menekankan bahwa literasi berbasis data dan sains sangat penting agar masyarakat dapat berpartisipasi secara sadar dalam pengambilan kebijakan serta memahami isu-isu global dengan lebih mendalam.

Sementara itu, Yanuar Nugroho, pendiri Nalar Institute sekaligus Dewan Penasihat untuk Keberlanjutan TCID, menyoroti pentingnya peran ilmuwan dalam menjaga integritas pengetahuan publik. Ia menekankan bahwa ilmuwan tidak cukup hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus aktif menyuarakan kebenaran di ruang publik. “Ilmuwan tidak boleh netral ketika kebenaran dimanipulasi. Mereka harus menjadi penjaga integritas pengetahuan publik,” tegasnya.

img_title Mayoritas Pekerja Indonesia Masih Informal, Ekonom UGM Dorong Perlindungan Ketenagakerjaan

Melalui TCID Author Awards, The Conversation Indonesia ingin menegaskan kembali bahwa menyuarakan sains di ruang publik adalah kerja intelektual yang berdampak besar. Upaya ini diharapkan mampu mengembalikan sains ke tengah masyarakat, melahirkan warga yang kritis, berpengetahuan, dan mampu mengambil keputusan secara sadar dalam kehidupan demokratis.

Dengan penghargaan ini, UGM tidak hanya memperkuat reputasinya sebagai universitas riset, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk terus menghadirkan ilmu pengetahuan yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title