Jejak Dalem Bangsawan di Balik Kampung Keraton Yogyakarta
- VIVA Jogja/kebudayaan.jogjaprov.go.id
VIVA Jogja - Banyak orang mengenal nama kampung di sekitar Keraton Yogyakarta seperti Wijilan, Pakuningratan, atau Suryoputran. Namun tidak banyak yang tahu bahwa nama-nama kampung itu berasal dari dalem—rumah para pangeran dan bangsawan keraton—yang dahulu berdiri megah di kawasan tersebut.
Dalam tradisi budaya Jawa, tempat tinggal para pangeran dan bangsawan keraton dikenal dengan sebutan dalem. Bangunan ini bukan sekadar rumah, melainkan kompleks hunian yang dirancang mengikuti pola arsitektur rumah Jawa klasik seperti yang terdapat di lingkungan inti Keraton.
Struktur tata ruang dalem biasanya lengkap dan tersusun secara hierarkis. Kompleks diawali dengan gledhegan atau gapura sebagai pintu masuk, dilanjutkan dengan pendapa yang berfungsi sebagai ruang penerima tamu.
Di bagian dalam terdapat pringgitan yang menjadi penghubung menuju dalem ageng, ruang utama yang dilengkapi senthong tengah, senthong kiwa, dan senthong tengen. Selain itu terdapat pula ruang gadri, gandhok di sisi kiri dan kanan, saketheng, serta pawon atau dapur.
Sebagian besar dalem para bangsawan ini tersebar secara konsentris di sekitar kawasan Keraton Yogyakarta, baik di dalam benteng keraton (njeron beteng) maupun di luar benteng baluwarti (njaban beteng). Kompleks dalem biasanya dikelilingi tembok tinggi dan dilengkapi gapura sebagai penanda kawasan.
Bagi masyarakat di sekitarnya, dalem bukan hanya tempat tinggal bangsawan, tetapi juga menjadi pusat orientasi kawasan. Di sekitar kompleks tersebut kemudian berkembang permukiman masyarakat yang disebut warga magersari, yaitu penduduk yang tinggal di lingkungan milik keraton.
Seiring waktu, nama dalem tersebut akhirnya diabadikan menjadi nama kampung maupun nama jalan di Kota Yogyakarta. Salah satu contohnya adalah Kampung Kadipaten.
Kawasan ini dahulu berada di sekitar dalem milik Adipati Anom, yaitu putra mahkota keraton bernama Hamengkunegara, putra pertama Hamengkubuwono VI dari permaisuri GKR Hageng. Setelah dinobatkan menjadi Hamengkubuwono VII, dalem tersebut kemudian ditempati oleh adiknya, KPPA Mangkubumi, sehingga kawasan itu dikenal dengan nama Mangkubumen.
Kampung Suryoputran juga memiliki kisah serupa. Kampung ini berkembang di sekitar dalem milik GPH Suryoputra, salah seorang putra Hamengkubuwono VI dari BRAy Retnoningdiah. Dalem tersebut berada di sebelah kawasan Magangan Keraton dan juga dikenal dengan nama Ngadikusuman.