Talenta AI Jadi Pilar Transformasi Digital Indonesia

Pelatihan talenta AI di UGM
Sumber :
  • Dok UGM

SLEMAN, VIVA Jogja - Penguasaan kecerdasan buatan (AI) kini tidak lagi sekadar isu teknologi, melainkan telah menjelma menjadi faktor penentu dalam percaturan geopolitik global. Negara yang mampu mengembangkan dan menguasai teknologi ini berpotensi memiliki pengaruh besar dalam tatanan dunia. Di tingkat domestik, kebutuhan akan talenta digital yang memahami sekaligus mampu mengembangkan AI semakin mendesak, terutama untuk menjawab tantangan industri dan pembangunan. Pemerintah pun menegaskan komitmennya dalam menyiapkan generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta solusi berbasis AI yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

img_title AI Jadi Senjata Baru Perebutan Pengaruh Global, Dosen UMY Ungkap Dampaknya bagi Indonesia

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, dalam pembukaan Workshop Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) menekankan bahwa masa depan dunia kerja akan ditandai oleh kolaborasi antara manusia dan digital humans. Menurutnya, pendekatan problem-first harus menjadi landasan pengembangan AI, yakni berangkat dari persoalan nyata di masyarakat. Sektor kesehatan, pangan, energi, dan perikanan disebut sebagai bidang strategis yang dapat memperoleh manfaat besar dari penerapan teknologi ini. Nezar juga mengingatkan bahwa penguasaan AI tidak cukup hanya dengan keterampilan teknis, melainkan harus dilengkapi dengan kemampuan berpikir kritis, penilaian etis, serta desain interaksi manusia-AI agar teknologi tetap berorientasi pada manusia dan tidak menimbulkan dampak negatif.

Pandangan serupa disampaikan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi Universitas Gadjah Mada, Arief Setiawan Budi Nugroho. Ia menegaskan bahwa AI hanyalah alat, sehingga kebermanfaatannya sepenuhnya bergantung pada manusia yang menggunakannya. Tanpa pemahaman dasar yang kuat, penggunaan AI justru berpotensi menimbulkan kesalahan interpretasi. Arief menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai agen perubahan yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa kehilangan kemampuan berpikir kritis. Mahasiswa, menurutnya, harus berani mengambil peran sebagai penggerak transformasi, bukan sekadar konsumen teknologi.

img_title Ikan Zebra Jadi Primadona Riset Biomedis Modern di UGM

Workshop yang diikuti oleh hampir seratus mahasiswa dan puluhan dosen pembimbing dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, serta Institut Teknologi Sepuluh November ini menghadirkan narasumber ahli, Prof. Dr. Ir. Esther Irawati Setiawan, seorang Google Developer Expert di bidang AI dan Cloud Computing. Dalam pemaparannya, ia menyoroti tren Agentic AI yang kini berkembang pesat. Teknologi ini tidak hanya mampu menjawab pertanyaan, tetapi juga memiliki kemampuan reasoning, planning, hingga mengeksekusi tugas. Esther menekankan bahwa meski large language model (LLM) tengah menjadi sorotan, tidak semua permasalahan harus diselesaikan dengan pendekatan tersebut. Dalam beberapa kasus, metode machine learning konvensional justru lebih efisien dan sesuai kebutuhan.

Halaman Selanjutnya
img_title