UGM dan Lombok Utara Perkuat Kolaborasi Riset Budaya, Pertanian, dan Pendidikan

Kerja-sama UGM dan Kabupaten Lombok Utara
Sumber :
  • Dok Humas UGM

SLEMAN, VIVA Jogja - Universitas Gadjah Mada kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui audiensi dengan Bupati Lombok Utara, Dr H Najmul Akhyar beserta jajaran pemerintah kabupaten. Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama terkait pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UGM di wilayah Lombok Utara. Audiensi diterima langsung oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc.

img_title UGM Kukuhkan Dominasi Seni di Peksimiprov DIY 2026

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Najmul Akhyar menyoroti kontribusi mahasiswa KKN UGM yang telah menghasilkan program ekowisata dan masih berkembang hingga kini. Ia menekankan bahwa Lombok Utara memiliki banyak situs kebudayaan yang belum ditetapkan sebagai cagar budaya. Oleh karena itu, ia mengajak akademisi dan peneliti UGM untuk melakukan riset lebih lanjut agar situs-situs tersebut dapat diakui secara resmi sebagai warisan budaya.

Selain sektor kebudayaan, Najmul juga menyoroti perkembangan pertanian di Lombok Utara yang ditandai dengan budidaya kurma. Produksi kurma daerah ini bahkan berhasil meraih predikat sebagai kurma terbaik ke-7 di dunia setelah beberapa kali mengikuti Festival Kurma Dunia. Dengan pencapaian tersebut, ia meminta dukungan UGM dalam menyusun grand design pengembangan budidaya kurma agar dapat menarik lebih banyak investor dan memperkuat sektor pertanian lokal. “Budidaya kurma menjadi salah satu pengembangan sektor pertanian yang mendatangkan banyak investor bagi Lombok Utara,” ujarnya.

img_title Gamagora: Inovasi Padi UGM yang Menguatkan Ketahanan Pangan dari Madiun

Menanggapi hal itu, Dr. Danang Sri Hadmoko menegaskan bahwa UGM memiliki rekam jejak riset yang kuat di Lombok. Ia menyebutkan bahwa Departemen Arkeologi UGM telah banyak melakukan kajian lapangan, termasuk penelitian terhadap situs-situs yang terkubur akibat erupsi Gunung Samalas serta penyelamatan manuskrip kuno. Menurutnya, pengalaman tersebut akan sangat membantu dalam melestarikan kebudayaan Lombok Utara.

Dukungan juga datang dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni FTP, Dr. Sri Rahayoe, S.T.P., M.P., menyatakan kesiapannya membantu dalam aspek pembuatan grand design budidaya kurma. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara UGM dan Lombok Utara tidak hanya terbatas pada riset kebudayaan, tetapi juga mencakup pengembangan sektor pertanian yang strategis.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title UGM Bangun Smart Eco Bioproduction, Dorong Swasembada Pangan dan Kedaulatan Benih Nasional