JAPFA dan Pertaruhan Masa Depan Gizi Anak Indonesia
- VIVA Jogja/Japfa Comfeed Indonesia
VIVA Jogja — Suara riuh anak-anak memenuhi halaman sebuah sekolah dasar di Kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur, pada pertengahan Mei 2026 lalu. Di sela aktivitas belajar, mereka bergantian mengikuti pemeriksaan kesehatan, mendengarkan edukasi gizi, hingga menerima telur yang dibagikan dalam program “1 Hari 1 Telur”.
Program tersebut merupakan bagian dari JAPFA for Kids, inisiatif sosial milik PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk yang kini memasuki usia 18 tahun. Selama hampir dua dekade, program ini berkembang dari kegiatan edukasi sederhana menjadi gerakan sosial berbasis kesehatan, gizi, dan perubahan perilaku hidup bersih sehat di berbagai daerah Indonesia.
Di tengah isu stunting, krisis pangan global, dan tantangan kualitas sumber daya manusia Indonesia, pemandangan anak-anak SD di Paciran, Lamongan itu menjadi simbol bagaimana korporasi mulai mengambil peran lebih besar dalam membangun masa depan generasi muda.
Momentum 18 tahun JAPFA for Kids datang bersamaan dengan semakin agresifnya perusahaan memperkuat strategi keberlanjutan atau Environmental, Social, and Governance (ESG).
Dalam Laporan Keberlanjutan 2025 bertema “Berkelanjutan dari Dalam ke Luar”, JAPFA menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar laporan administratif, melainkan praktik nyata yang dibangun dari penguatan sumber daya manusia, inovasi operasional, hingga keterlibatan masyarakat.
Dirut PT Japfa Comfeed Indonesia Renaldo Santosa
- VIVA Jogja/PT Japfa
Direktur Utama sekaligus Ketua Komite Keberlanjutan JAPFA, Renaldo Santosa, menegaskan bahwa keberlanjutan perusahaan berawal dari lini paling depan, yakni manusia yang menjalankan ekosistem pangan.
“Keberlanjutan bermula dari lini terdepan, di mana keterampilan dan inovasi insan JAPFA mendukung ekosistem pangan yang tangguh dan bertanggung jawab,” ujar Renaldo dalam laporan perusahaan.
Pernyataan itu tidak berdiri sendiri. Di tengah meningkatnya perhatian global terhadap ketahanan pangan dan kualitas nutrisi masyarakat, JAPFA mencoba memosisikan diri bukan hanya sebagai perusahaan agrifood, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk bukan pemain baru dalam industri pangan nasional.
Berdiri sejak 1971 di Surabaya sebagai produsen pelet kopra, perusahaan ini berkembang menjadi salah satu perusahaan agrifood terintegrasi terbesar di Indonesia. Model bisnis JAPFA mencakup rantai produksi dari hulu hingga hilir: produksi pakan ternak, pembibitan ayam, peternakan komersial, budidaya ikan dan udang, vaksin hewan, pengolahan pangan, hingga distribusi produk protein hewani ke masyarakat.