Mahasiswa UGM Terdampak Bencana Sumatra Terima Beasiswa

Bantuan ini berupa pembayaran Uang Kuliah Tunggal bagi 100 mahasiswa UGM korban bencana Sumatera
Sumber :
  • Istimewa

SLEMAN, VIVA Jogja - Sebanyak seratus mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang keluarganya mengalami dampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memperoleh bantuan beasiswa dari program LPS Peduli. Bantuan ini berupa pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk semester genap tahun akademik 2025/2026 dengan total nilai mencapai Rp1,2 miliar. Dana tersebut berasal dari hasil penyelenggaraan ajang olahraga Jogja Run-D City 2026 yang digelar di Grha Instiper Kampus UGM pada 24 Mei lalu. Acara yang diinisiasi oleh Transmedia ini berhasil menarik perhatian ribuan peserta, tercatat lebih dari 6000 orang ikut berpartisipasi. Penyerahan bantuan dilakukan secara resmi di ruang multimedia Gedung Pusat UGM pada Jumat, 19 Juni, dalam sebuah prosesi yang penuh makna.

img_title PSPD UGM Soroti Pentingnya Peran Petani Kecil dalam Industri Sawit Berkelanjutan di Forum IMF-Bank Dunia

Dalam kesempatan itu, Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Dr. Danang Sri Hadmoko, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada LPS, Transmedia, dan CNBC Indonesia. Menurutnya, bantuan ini bukan sekadar dukungan finansial, melainkan juga bentuk kepedulian publik terhadap masa depan mahasiswa UGM. Ia menekankan bahwa di tengah keterbatasan akibat bencana, mahasiswa tetap memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan dan berprestasi. “Artinya, ada harapan besar bahwa anak-anak UGM ini kelak akan menjadi pemimpin bangsa di masa depan,” ujarnya penuh optimisme.

Pelaksana Tugas Direktur Eksekutif Kesekretariat dan Hubungan Lembaga LPS, K.M. Nurudin menambahkan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen LPS dalam mendukung dunia pendidikan. Ia menekankan pentingnya peran lembaga keuangan dalam meringankan beban keluarga yang terdampak bencana. Selain itu, Nurudin berharap program ini dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai literasi keuangan dan pentingnya menjaga stabilitas finansial. “Kami ingin agar kerja sama dengan UGM tidak hanya berhenti pada bantuan, tetapi juga menjadi jalan untuk membagikan pengetahuan tentang literasi keuangan,” jelasnya.

img_title UGM Perkuat Hilirisasi Riset Lewat GIFTS 2026, Kantongi 51 Kerja Sama Strategis dan Dorong Yogyakarta Jadi Episentrum In

Dukungan serupa juga datang dari CEO CNBC Indonesia, Wahyu Daniel. Ia menilai kegiatan olahraga seperti Jogja Run-D City tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga mampu menghadirkan dampak sosial yang nyata. Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap acara ini menunjukkan bahwa kegiatan serupa layak dijadikan agenda tahunan. “Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa UGM,” ungkapnya.

Kisah nyata dari para penerima bantuan semakin menegaskan betapa pentingnya program ini. Bunga Aya Lalangsa, mahasiswa Fakultas Teknik UGM asal Kota Langsa, Aceh, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya. Ia menceritakan bagaimana banjir besar yang melanda kampung alamannya sempat membuatnya kehilangan kontak dengan keluarga. Air yang masuk ke rumah meninggalkan lumpur tebal, memaksa keluarganya mengeluarkan biaya besar untuk membersihkan dan memperbaiki kerusakan. Bantuan beasiswa ini, menurutnya, sangat meringankan beban orang tuanya sehingga ia bisa tetap fokus pada kuliah. “Dengan adanya bantuan dari LPS, saya merasa lebih tenang untuk melanjutkan studi,” tuturnya.

img_title Mahasiswa UGM Lolos Program Antariksa PBB, Siap Uji Pergerakan Air dalam Kondisi Mikrogravitasi di Jerman

Cerita serupa datang dari Bunga Bonatua Sinaga, mahasiswa Fakultas Pertanian UGM. Ia menjelaskan bahwa keluarganya mengalami penurunan kondisi finansial akibat banjir yang merusak rumah serta perabotan mereka. Pendapatan ayahnya sebagai petani jagung dan padi juga menurun drastis. Bonatua menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan. Ia berharap program semacam ini bisa terus berlanjut, terutama bagi mahasiswa yang benar-benar membutuhkan. “Semoga saya dan teman-teman yang terdampak bencana bisa menyelesaikan studi dan menjadi sarjana yang layak,” harapnya.

Bantuan beasiswa dari LPS Peduli ini bukan hanya sekadar angka dalam laporan keuangan, melainkan simbol nyata dari solidaritas dan kepedulian. Di balik setiap rupiah yang diberikan, terdapat harapan agar mahasiswa tetap bisa menempuh pendidikan tanpa harus terbebani oleh kondisi ekonomi keluarga yang terguncang akibat bencana. Lebih dari itu, program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara lembaga keuangan, media, dan universitas mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.