Estafet Obor Comal 2026 Makin Meriah, Rizal Bawazier: Menyulut Semangat Anak Muda
- Viva Jogja
PEMALANG, VIVA Jogja – Puluhan pelari memacu kecepatan di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Sabtu (22/8/2026) malam.
Bukan sekadar mengejar garis finis, mereka harus memastikan obor yang dibawa tetap menyala sepanjang perlombaan.
Suasana itu mewarnai Lari Estafet Obor Comal 2026, yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tahun ini, lomba tersebut kembali menarik perhatian warga, bahkan pesertanya datang dari sejumlah kecamatan di sekitar Comal.
Ketua Panitia Estafet Obor Comal 2026, Irwan Syafi’i, mengatakan sebanyak 48 peserta ambil bagian dalam perlombaan. Uniknya, peserta tidak diperbolehkan menentukan sendiri anggota tim.
Mereka terlebih dahulu diundi untuk kemudian dibagi menjadi tim yang masing-masing beranggotakan tiga orang.
“Pesertanya tidak hanya warga Comal. Ada dari Ulujami, Petarukan, Ampelgading sampai Bodeh,” kata Irwan.
Setiap peserta harus menempuh jarak sekitar 250 meter dengan berlari sprint sambil membawa obor.
Tantangannya, api obor harus tetap menyala hingga peserta mencapai garis finis.
Perlombaan menggunakan sistem gugur.
Peserta atau tim yang kalah langsung tersingkir, sedangkan pemenang berhak melaju ke babak berikutnya hingga ditentukan juara pertama, kedua, dan ketiga.
Yang membuat lomba ini semakin menarik, hadiah juara pertama bukan berupa uang tunai, melainkan seekor kambing.
“Hadiah juara satu kambing, yang kedua dan ketiga uang tunai,” ujar Irwan.
Gabungkan Olahraga dan UMKM
Estafet Obor Comal 2026 tidak hanya menghadirkan perlombaan lari.
Panitia juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.
Sejumlah produk yang ditampilkan antara lain Botok Setan khas Comal, semprong dari Posongan, brownis dari Puroharjo-Pelutan, serta kue Khamir dan Ajibpol yang merupakan produk air mineral asli Pemalang.
Sejumlah produk UMKM tersebut bahkan dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang memadati lokasi perlombaan.
Irwan mengatakan keterlibatan UMKM masih sangat mungkin diperluas pada penyelenggaraan berikutnya.
Menurutnya, banyak pelaku usaha lokal yang memiliki produk potensial, tetapi keterbatasan panitia membuat belum semuanya dapat dilibatkan.
“Sebenarnya UMKM kita itu banyak, lengkap. Cuma kita yang punya keterbatasan. Makanya UMKM ini kita tampilkan tidak semuanya,” jelasnya.