Deteksi Tuli Sejak Dini, Telinga Siswa TK ABA Dibidik RS Sarkies Aisyiyah Kudus
- arif
KUDUS, VIVAJogja – Hari Telinga dan Pendengaran se Dunia tahun ini diperingati dengan rangkaian agenda yang unik di Kabupaten Kudus. Bentuk kegiatanya yakni pemeriksaan telinga oleh Rumah Sakit Sarkies ‘Aisyiyah Kudus.
Kali ini, ratusan pasang telinga siswa TK ABA 1 Kudus menjadi target sasaran pemeriksaan rumah sakit milik Muhammadiyah Kudus. Pemeriksaan telinga dilakukan lebih awal pada Rabu (26/2/2025), mengingat perayaan resmi Hari Telinga pada 3 Maret mendatang bertepatan Bulan Ramadan.
Pemeriksaan telinga para siswa TK ABA Kudus ini, untuk menggugah kesadaran pentingnya kesehatan telinga sejak usia dini. Selain itu, mendeteksi potensi gangguan pendengaran pada anak-anak.
Rangkaian edukasi peringatan Hari Telinga Sedunia di TK Aba Kudus
- arif
Para tenaga medis dari RS Sarkies ‘Aisyiyah Kudus yang dilibatkan dalam agenda sosial ini, dengan sabar memeriksa kondisi telinga anak-anak. Selanjutnya memberikan edukasi kepada guru dan orang tua cara menjaga kesehatan pendengaran.
“Kesehatan telinga dan pendengaran memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak, terutama dalam aspek bicara, bahasa, dan interaksi sosial,” ucap dr. Santo Mudha Pratomo, Sp.THT, selaku dokter spesialis THT.
Gangguan pendengaran yang tidak terdeteksi sejak dini, kata Santo, bisa berdampak pada kemampuan komunikasi anak. Dengan pemeriksaan ini, tim medis RS Sarkies Aisyiyah Kudus ingin memastikan tidak ada hambatan yang bisa mengganggu perkembangan siswa.
Tentu saja, kegiatan antusias disambut orang tua siswa. Mereka merasa terbantu adanya pemeriksaan telinga gratis ini, mengingat anak-anak mereka jarang mendapatkan pemeriksaan kesehatan telinga secara rutin.
Tak hanya pemeriksaan telinga saja, dokter dan tenaga medis juga mengedukasi kebiasaan yang dapat mencegah gangguan pendengaran. Diantaranya menghindari penggunaan cotton bud yang berlebihan, mengurangi paparan suara keras, serta menjaga kebersihan telinga dengan cara yang tepat.
Sementara itu, Kepala TK ABA 1 Kudus, Siti Nurjanah, berharap kegiatan semacam ini bisa menjadi program rutin setiap tahunnya. Pihaknya bersyukur bisa bekerja sama dengan RS Sarkies ‘Aisyiyah dalam kegiatan ini.
“Anak-anak mendapat manfaat besar, dan orang tua juga lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan telinga,” ungkapnya.
Pihak RS Sarkies ‘Aisyiyah Kudus menegaskan komitmennya terus melakukan kegiatan serupa di berbagai sekolah dan komunitas. Langkah itu sebagai bagian upaya preventif menjaga kesehatan masyarakat.
Para dokter dan tim medis RS setempat, berharap semakin banyak orang tua yang menyadari pentingnya pemeriksaan telinga secara berkala demi masa depan anak yang lebih sehat.