FSTVLST: Band Rock artistik dan eksperimental
- Dok FSTVLST
VIVA Jogja - FSTVLST, band rock indie asal Yogyakarta yang lahir dari metamorfosis band Jenny, sebuah unit musik yang terbentuk pada 2003 di lingkungan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Jenny sempat merilis album Manifesto pada 2009, yang menjadi fondasi awal eksplorasi musik mereka. Setelah beberapa kali pergantian personel, Jenny bertransformasi menjadi FSTVLST dengan semangat baru yang lebih artistik dan eksperimental.
Nama FSTVLST sendiri dibaca Festivalist, dan sejak awal mereka mengusung ideologi “almost rock barely art”. Konsep ini menegaskan bahwa musik mereka bukan sekadar hiburan, melainkan medium seni yang menyatu dengan visual, aksi panggung, dan narasi sosial. Setiap pertunjukan FSTVLST sering dipadukan dengan instalasi seni, tata panggung teatrikal, dan visual yang memperkuat pengalaman audiens.
Formasi terkini FSTVLST terdiri dari Farid Stevy Asta sebagai vokalis, Roby Setiawan di gitar, Humam Mufid Arifin di bass, Danish Wisnu Nugraha Tama di drum, serta Mahdi Fandi Kurniawan Izudin Quretuby sebagai gitar tambahan. Mereka juga pernah diperkuat oleh mantan anggota seperti Arjuna Bangsawan, Anis Setiaji, dan Rio Faradino.
Dalam hubungan dengan penggemar, FSTVLST menggunakan pendekatan egaliter. Mereka menyebut penggemarnya dengan nama yang sama, Festivalist, hanya dibedakan dalam penulisan. Filosofi ini menegaskan bahwa musik adalah ruang bersama, tanpa batas hierarki antara band dan pendengar.
Perjalanan diskografi FSTVLST cukup berwarna. Setelah Manifesto di era Jenny, mereka merilis album penuh pertama dengan nama baru berjudul Hits Kitsch pada 2014. Album ini menegaskan identitas mereka sebagai band rock indie dengan sentuhan seni visual yang kuat. Pada 2020, mereka meluncurkan FSTVLST 2, sebuah album yang memperlihatkan kedewasaan musikal dengan eksplorasi lebih luas dalam aransemen dan tema. Tahun 2023 menjadi momentum penting dengan hadirnya Sonic/Panic, rilisan terbaru yang menunjukkan keberanian mereka bereksperimen dengan nuansa alternatif rock yang lebih segar. Selain itu, mereka juga tampil dalam kompilasi Ekspresi Warga Indie Mixtape Vol.2 bersama kolektif musik Prontaxan, memperkuat posisi mereka dalam jaringan musik independen Indonesia.
Sebagai bagian dari ekosistem musik Yogyakarta, FSTVLST berdiri sejajar dengan nama-nama besar seperti Sheila On 7, Endank Soekamti, dan Shaggydog. Namun, mereka tetap mempertahankan identitas unik yang lebih artistik dan eksperimental. Dengan lirik penuh energi dan refleksi sosial, FSTVLST berhasil membangun basis penggemar yang solid, tidak hanya di Yogyakarta tetapi juga di berbagai kota besar Indonesia.