SMARAI Rilis Album ‘Semai’, Angkat Kisah Guru Honorer Lewat Single ‘Optimis’

Personil SMARAI
Sumber :
  • Istimewa

YOGYAKARTA, VIVA Jogja    Perjalanan musik SMARAI memasuki babak baru dengan peluncuran album penuh berjudul Semai yang berisi sembilan lagu. Album ini menjadi tonggak penting setelah sebelumnya mereka memperkenalkan diri lewat single Ajari Aku pada Oktober 2025. Semai bukan sekadar kumpulan karya, melainkan representasi perjalanan emosional: menanam harapan, merawat luka, dan menumbuhkan keberanian untuk terus melangkah. Nama album ini sekaligus menjadi simbol awal pertumbuhan, sejalan dengan filosofi nama band SMARAI yang diambil dari kata “semarai” yang berarti tumbuh, berkembang, dan merekah.

img_title Ribas dan Jejak Musik Indie Yogyakarta: Dari Lirik Puitis hingga Panggung Digital

Dalam pernyataannya, Dhedot atau Dedy Riyono menegaskan bahwa album ini adalah cara SMARAI membuka pintu lebih lebar untuk memperkenalkan diri sebagai band baru yang serius sejak hari pertama terbentuk. Setiap lagu di dalamnya adalah potongan fase kehidupan, mulai dari pembelajaran, penerimaan, hingga optimisme. Album ini dikerjakan di Satrio Piningit Studio dengan pengawasan ketat Abraham Mico sebagai sound engineer, sementara mixing dan mastering seluruh lagu ditangani oleh Sasi Kirono.

Dari sembilan lagu yang ada, Optimis dipilih sebagai single kedua setelah Ajari Aku. Lagu ciptaan Agib Tanjung ini ditempatkan di urutan terakhir dalam album, namun justru menjadi penutup yang kuat. Aransemen Optimis dibangun secara gradual, dimulai dengan nuansa reflektif dan chorus yang muncul sejak awal, lalu berkembang menuju klimaks emosional yang uplifting. Lagu ini bercerita tentang masa-masa sulit yang hampir dirasakan semua orang: kegagalan, luka, dan keberanian untuk tetap berdiri di tengah badai. Agib menekankan bahwa liriknya tidak diarahkan pada tema spesifik seperti percintaan, melainkan masalah umum yang dialami banyak orang, mulai dari persoalan keluarga, karier, keuangan, hingga tekanan sosial yang berdampak pada kesehatan mental. Menurutnya, tema ini bersifat timeless dan selalu relevan dengan kehidupan sehari-hari.

img_title FSTVLST: Band Rock artistik dan eksperimental

SMARAI tidak berhenti pada produksi musik semata. Seperti saat meluncurkan Ajari Aku, mereka kembali menghadirkan karya visual berupa video klip sekaligus film pendek untuk Optimis. Kali ini, Bagoes Kresnawan sebagai sutradara menerjemahkan pesan lagu ke dalam kisah seorang guru honorer bernama Abdul, diperankan Kukuh Prasetya. Film pendek ini menggambarkan suka duka profesi guru honorer yang harus bertahan di tengah keterbatasan ekonomi dan tekanan hidup. Dari makan dengan lauk seadanya, konflik dengan ibu kos karena tunggakan sewa, hingga perjuangan fisik menembus jalanan sulit menuju sekolah, semuanya menjadi potret nyata kehidupan yang penuh ujian. Puncak keputusasaan digambarkan ketika sang istri memilih pergi karena tak sanggup menahan derita kemiskinan. Namun, titik balik terjadi saat Abdul menemukan kembali semangat melalui senyum tulus anak-anak didiknya. Momentum itu memberinya alasan kuat untuk tetap bertahan dan menatap masa depan dengan optimis.

Halaman Selanjutnya
img_title