Pengendara Motor Tewas dalam Kecelakaan di Karanganyar, Polisi Selidiki Dugaan Tabrak Lari
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di jalur Karanganyar–Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (24/2/2026) sore.
Kepolisian menyelidiki dugaan tabrak lari karena kendaraan lain yang diduga terlibat tidak ditemukan di lokasi kejadian.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.20 WIB di wilayah Tunggul, Kelurahan Jantiharjo, Kecamatan Karanganyar, pada ruas jalan penghubung antarkecamatan dengan arus lalu lintas padat.
Korban diketahui bernama Suryadi (52), warga Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar. Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor Honda Astrea Grand bernomor polisi AD-5060-TE dan melaju ke arah utara.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Karanganyar, Faham Rosyadi, mengatakan kecelakaan tersebut diduga melibatkan kendaraan lain yang langsung meninggalkan lokasi kejadian.
“Dugaan sementara ada kendaraan yang bersenggolan dengan korban dari arah belakang. Kendaraan tersebut tidak berhenti dan meninggalkan lokasi,” ujar Faham Rosyadi, Selasa (24/2/2026).
Ia menjelaskan, benturan tersebut menyebabkan korban terjatuh dan mengalami luka berat, terutama di bagian kepala. Korban kemudian dievakuasi oleh warga ke RSUD Karanganyar, namun dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.
“Kami masih mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri kemungkinan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi kendaraan yang terlibat,” kata Faham.
Hingga kini, Unit Gakkum Satlantas Polres Karanganyar masih melakukan penyelidikan lanjutan guna mengungkap kronologi lengkap kecelakaan tersebut.
Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa itu agar segera melapor kepada kepolisian. Informasi dari masyarakat dinilai penting untuk membantu pengungkapan kasus dugaan tabrak lari tersebut.
Selain itu, pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi aturan lalu lintas, khususnya saat melintas di jalur Karanganyar–Matesih yang memiliki volume kendaraan relatif tinggi.