Dua Nelayan Jepara Diduga Hilang di Perairan Bondo, Pencarian Dilakukan Hari Ini

Tim BPBD Saat Melakukan Pencarian Nelayan Diduga Hilang (foto:: BPBD Jepara)
Sumber :
  • VIVAJogja

VIVAJogja –JEPARA, Dua nelayan asal Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, dilaporkan diduga hilang setelah berangkat melaut di Perairan Bondo sejak Selasa (7/7/2026) sore. Hingga Kamis (9/7/2026), keduanya belum kembali ke daratan.

img_title Wakili Jawa Tengah di Tingkat Nasional, Desa Tegalsambi Jalani Penilaian Kemendagri

Berdasarkan laporan awal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, kedua nelayan tersebut adalah Bejo, warga Desa Srobyong, Kecamatan Mlonggo, dan Legiman, warga RT 08 RW 02 Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo.

Keduanya berangkat melaut menggunakan perahu AFFAN milik Andi, warga Desa Bondo RT 02 RW 04, Kecamatan Bangsri. Perahu berwarna biru tersebut diketahui beroperasi di perairan dengan kedalaman sekitar 30 depa di wilayah tengah Perairan Bondo.

img_title 472 Personel Gabungan Siaga! Pilkades Jepara 2026 Dikawal Polisi Lintas Wilayah

Hingga laporan diterima BPBD, kedua nelayan belum kembali sehingga diduga mengalami musibah saat melaut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengatakan informasi hilangnya kedua nelayan telah diteruskan kepada Forum Nelayan (FORNEL) se-Jepara Utara. Tim FORNEL Desa Bondo dijadwalkan melakukan pencarian pada Kamis (9/7/2026).

img_title Gudang Mebel di Batealit Jepara Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp16 Miliar

"Kami BPBD telah melakukan langkah awal berupa pengumpulan data, berkoordinasi dengan FORNEL Desa Bondo, serta menyampaikan laporan kepada pimpinan sebagai tindak lanjut penanganan kejadian," ujar Arwin.

Informasi awal mengenai peristiwa ini diperoleh dari Sekretaris FORNEL Desa Bondo, Nanang.

Arwin mengimbau masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di sekitar Perairan Bondo, agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun perahu yang digunakan. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat proses pencarian kedua nelayan yang hingga kini masih belum ditemukan,"pungkas Arwin