Juang Kencana Dorong Lansia Yogya Sehat dan Berdaya

Jambore Daerah Juang Kencana DIY yang digelar di Balai Kota Yogyakarta
Sumber :
  • Dok Humas Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Kota Yogyakarta berkomitmen pada kesejahteraan warga lanjut usia (lansia) melalui kegiatan Jambore Daerah Juang Kencana DIY yang digelar di Balai Kota Yogyakarta, Sabtu (18/07/2026). Dalam kesempatan itu, Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengajak para pensiunan ASN Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang tergabung dalam Paguyuban Juang Kencana untuk terus menjaga kesehatan sekaligus tetap produktif di usia senja. Ajakan ini bukan tanpa alasan, mengingat jumlah lansia di Yogyakarta termasuk tinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia.

img_title Jogja Sapa Lansia Batch 2: 81 Mahasiswa Terjun Dampingi Lansia di Tiga Kelurahan Kota Yogyakarta

Hasto memaparkan bahwa persentase lansia di DIY mencapai 17,83 persen, menjadikannya salah satu dari sepuluh provinsi dengan jumlah lansia tertinggi. Di Kota Yogyakarta sendiri, angka lansia sekitar 16 persen. Menurutnya, kondisi ini mencerminkan proyeksi nasional pada tahun 2035, sehingga perhatian terhadap lansia harus semakin diperkuat. “Jadi, kita di Yogya memang harus memperhatikan lansia sebanyak-banyaknya. Terutama perempuan lansia jauh lebih banyak,” ujar Hasto saat menyampaikan materi.

Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024, rasio ketergantungan lansia di Indonesia mencapai 17,76 persen. Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif harus menanggung setidaknya 17 lansia. Lebih dari itu, 42,81 persen lansia mengalami keluhan kesehatan dalam satu bulan terakhir, dengan angka morbiditas atau kesakitan mencapai 20,71 persen. Kondisi ini diperparah oleh minimnya persiapan finansial di hari tua, sehingga memunculkan fenomena sandwich generation. Hasto menegaskan bahwa lansia harus berdaya agar tidak menjadi beban, melainkan tetap mampu berkontribusi bagi masyarakat.

img_title Lansia di Kulonprogo Terima Bantuan Usai Rumahnya Ludes Terbakar

Konsep lansia berdaya yang diusung Pemkot Yogyakarta mengadopsi gagasan Active Ageing dari World Health Organization (WHO) dengan tiga pilar utama: kesehatan, partisipasi, dan keamanan. Hasto menjelaskan bahwa kesehatan fisik dan mental menjadi fondasi utama, yang dapat dijaga melalui olahraga, pemeriksaan kesehatan rutin, serta lingkungan ramah lansia. Pilar partisipasi menekankan keterlibatan aktif lansia dalam kegiatan sosial, ekonomi, budaya, dan spiritual. Sementara itu, pilar keamanan mencakup perlindungan fisik, finansial, dan sosial agar lansia merasa aman dan dihargai. “Konsepnya cuma sehat, ada partisipasi kemudian secure atau keamanan,” terang Hasto.

Pemkot Yogyakarta sendiri telah meluncurkan berbagai program untuk mendukung lansia, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, pendampingan, posyandu lansia, hingga 15 sekolah lansia yang menjadi wadah pembelajaran dan aktivitas produktif. Hasto berharap dukungan masyarakat dan organisasi seperti Juang Kencana dapat memperkuat upaya pemerintah dalam menciptakan lansia yang sehat dan berdaya. Ia menekankan bahwa lansia bukan sekadar kelompok usia yang harus dirawat, tetapi juga aset sosial yang memiliki pengalaman dan pengetahuan berharga.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Seminar Lansia Tekankan Pentingnya Aktivitas Sosial dan Pikiran Positif