Sekolah Lansia Jadi Gerakan Kolektif di Kelurahan Yogya

Program Kelas Lansia di Yogya
Sumber :
  • Dok Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Program Sekolah Lansia di Kota Yogyakarta kembali bergulir dengan semangat baru setelah sembilan sekolah resmi dikukuhkan pada Februari 2026. Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan strategi nyata untuk meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Dengan angka harapan hidup yang mencapai 75,4 tahun, Yogyakarta menghadapi tantangan demografi yang unik: jumlah lansia yang terus bertambah di wilayah perkotaan. Pemerintah melihat kondisi ini sebagai peluang untuk memastikan bahwa usia panjang juga berarti kehidupan yang berkualitas.

img_title Semarak Kebersamaan Lansia dan PAUD Mantrijeron Jadi Wadah Pelayanan Publik

Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga DP3AP2KB Kota Yogyakarta, Herristanti, menyampaikan bahwa tahun ini pihaknya mengelola 11 Sekolah Lansia yang dibiayai melalui APBD. Dari jumlah tersebut, sembilan sekolah merupakan standar pertama yang baru dibuka pada 2026, sementara dua lainnya masing-masing mewakili standar kedua dan ketiga. Ia menegaskan bahwa target jangka panjang pemerintah adalah menghadirkan Sekolah Lansia di seluruh 45 kelurahan. Namun, keterbatasan anggaran membuat program ini membutuhkan dukungan kolaboratif dari perguruan tinggi, swasta, maupun masyarakat. Herristanti menekankan pentingnya komitmen agar program tidak sekadar menjadi label tanpa substansi, sebab kurikulum dan tahapan pembelajaran sudah dirancang dengan standar yang jelas.

Sri Hartati, Penelaah Teknis Kebijakan Bidang KB dan Pembangunan Keluarga DP3AP2KB, menambahkan bahwa sembilan sekolah baru mulai aktif kembali setelah sempat jeda selama bulan puasa. Ia menjelaskan bahwa setiap sekolah menargetkan 70 peserta, terdiri dari 50 lansia dan 20 pengurus yang sebagian besar berasal dari kelompok pra-lansia. Antusiasme masyarakat terlihat nyata, bahkan di beberapa wilayah seperti Kotagede jumlah pendaftar melebihi kuota sehingga harus dilakukan seleksi. Sebaliknya, di wilayah lain yang awalnya kurang peminat, sosialisasi intensif berhasil mendorong keterlibatan hingga memenuhi target. Pengalaman dari sekolah percontohan di Suryodiningratan pada 2025 menunjukkan tingkat kehadiran mendekati 100 persen, menandakan keterikatan emosional yang kuat dari para peserta.

img_title Juang Kencana Dorong Lansia Yogya Sehat dan Berdaya

Kurikulum Sekolah Lansia mengadopsi materi dari BKKBN dengan pendekatan interaktif. Proses belajar tidak hanya berfokus pada teori, melainkan lebih banyak praktik seperti senam, permainan, diskusi, hingga outing class. Komposisi pembelajaran sekitar 40 persen teori dan 60 persen praktik dirancang agar lansia tidak merasa jenuh. Materi yang diajarkan mencakup kesehatan lansia, sindrom geriatri, proses menua, serta tujuh dimensi lansia tangguh. Selain itu, ada pula materi kewirausahaan yang bertujuan menjaga produktivitas lansia. Produktivitas di sini tidak selalu berarti menghasilkan pendapatan, melainkan memastikan lansia tetap merasa berdaya dan tidak menjadi beban keluarga maupun masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title