Seminar Lansia Tekankan Pentingnya Aktivitas Sosial dan Pikiran Positif
- Dok Humas Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Seminar Lansia Umat Paroki Baciro, menjadi ruang kebersamaan bagi warga lanjut usia di Kota Yogyakarta. Dalam acara bertema “Spiritual Iman yang Kuat, Menyemangati Lansia Sehat, Mandiri dan Happy”, Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo hadir sebagai narasumber dan menekankan bahwa kehidupan di usia lanjut tidak hanya bergantung pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan batin, kebahagiaan, serta interaksi sosial. Ia mengingatkan bahwa lansia tetap membutuhkan ruang untuk bersosialisasi, berbagi cerita, dan menjalani aktivitas yang memberi semangat hidup.
Hasto menyoroti bahwa perhatian terhadap lansia selama ini lebih banyak diarahkan pada pengobatan dan layanan kesehatan. Padahal, aspek mental dan sosial juga sangat penting. Menurutnya, menjaga pikiran tetap aktif, hati tenang, dan kehidupan sosial yang sehat akan mendukung kualitas hidup lansia secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa sehat di usia lanjut bukan sekadar umur panjang, melainkan bagaimana tetap merasa bermakna, memiliki relasi, aktif bergerak, bersosialisasi, dan menjaga kedekatan dengan Tuhan. “Menjadi sehat di usia lanjut bukan hanya tentang umur panjang, tetapi juga bagaimana tetap merasa bermakna,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Hasto juga menyoroti persoalan kesepian yang sering dialami lansia. Ia menyebut bahwa masalah di usia tua tidak selalu berkaitan dengan materi atau biaya kesehatan, melainkan bagaimana seseorang menghadapi berkurangnya interaksi sosial. Untuk itu, ia mendorong lansia agar terus mengembangkan pikiran positif, menjaga pola hidup sehat, memenuhi kebutuhan gizi seimbang, serta tetap aktif berinteraksi dengan keluarga, anak cucu, dan masyarakat sekitar. Aktivitas bersama warga, tetangga, sesama umat, maupun kegiatan ibadah diyakini mampu menjaga semangat hidup sekaligus memperkuat kualitas kesehatan mental.
Pemerintah Kota Yogyakarta, lanjut Hasto, terus berupaya membangun kota yang ramah lansia melalui berbagai program. Dinas Kesehatan menyediakan layanan cek kesehatan gratis, sementara Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi melaksanakan Program Sapa Lansia. Ada pula pelayanan administrasi kependudukan dengan sistem jemput bola dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Sekolah Lansia Standar 1 yang digagas DP3AP2KB sebagai ruang pembelajaran dan aktivitas bagi warga lanjut usia. Selain itu, Pemkot juga memperkuat jaring pengaman sosial melalui JKN-KIS, Program Keluarga Harapan (PKH), dan Posyandu Lansia yang melibatkan unsur masyarakat.