Perkuat Sinergi Pendidikan, PCNU Sukses Gelar Sarasehan Pengasuh Ponpes Wonosobo
- VIVA Jogja/Ari Sunandar
WONOSOBO, VIVA Jogja - PCNU bersama RMI-NU sukses menggelar acara Sarasehan Pengasuh Ponpes Wonosobo di KBIH Al-Manshur pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Agenda penting ini bertujuan mempererat tali silaturahmi. Forum ini juga menyatukan langkah seluruh pengasuh pondok pesantren.
Sebanyak 70 pengasuh hadir dalam pertemuan ini. Mereka mewakili dari total 237 pondok pesantren se-Kabupaten Wonosobo.
Acara ini menjadi sarana menyampaikan berbagai aspirasi. Para peserta antusias mendiskusikan gagasan demi kemajuan lembaga.
Sejumlah tokoh penting turut menghadiri kegiatan ini. Rais PCNU KH Abdul Halim AYM hadir langsung di lokasi.
Katib Syuriyah Dr KH Arifin Shiddiq juga ikut mendampingi. Selain itu, Ketua Tanfidziyah KH Abdul Rokhman Efendi turut hadir.
Ketua RMI-NU KH Khoirulloh Nuruddin ikut menyemarakkan acara. Hadir pula Wakil Ketua DPRD Wonosobo H Achmad Faqih.
Anggota DPRD Jateng Muhaimin juga tampak di lokasi. Selain itu, perwakilan Polres Briptu Agri Rafid turut datang.
Kemenag Wonosobo diwakili oleh Dr H Edi Sungkowo. Kehadiran para pimpinan ini menegaskan dukungan penuh pemerintah.
Sinergi Strategis Demi Kemajuan Pendidikan Islam
Anggota Fraksi PKB DPRD Jateng Muhaimin memberikan apresiasi. Ia menyebut pesantren sebagai pilar utama pembangunan karakter.
Menurutnya, sinergi antarlembaga sangat krusial saat ini. Langkah ini penting untuk menjawab tantangan masa depan.
"Pesantren tidak hanya mencetak generasi yang alim, tetapi juga membentuk karakter kebangsaan. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi harus terus kita bangun agar pesantren semakin maju dan mendapat perhatian yang layak," ujar Muhaimin.
Sementara itu, Dr KH Arifin Shiddiq menekankan pentingnya halaqoh. Menurutnya, Sarasehan Pengasuh Ponpes Wonosobo mampu menjaga benteng akhlak umat.
"Forum seperti ini bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga menyamakan visi dan memperkuat kebersamaan agar pesantren tetap menjadi benteng akhlak sekaligus pusat lahirnya generasi penerus umat," tutur KH Arifin Shiddiq.
Selanjutnya, H Achmad Faqih berkomitmen mengawal seluruh aspirasi. Pihaknya siap memperjuangkan kebijakan keagamaan yang pro-pesantren.
"Kami siap menjadi jembatan bagi aspirasi pondok pesantren. Harapannya, berbagai kebutuhan pesantren dapat diperhatikan sehingga keberadaannya semakin kuat dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ungkap Achmad Faqih.