Sri Sultan Ingatkan Fondasi Kepercayaan dalam Transformasi Digital Asuransi

Pembukaan Indonesia Professional Insurance Forum 2026 di Royal Ambarrukmo Yogyakarta,
Sumber :
  • Dok Humas Pemda DIY

SLEMAN, VIVA Jogja - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa transformasi digital dalam industri asuransi hanya akan bermakna apabila dibangun di atas fondasi kepercayaan, tata kelola yang kuat, serta keberpihakan kepada manusia. Pesan tersebut disampaikan saat membuka Indonesia Professional Insurance Forum 2026 di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Sleman, Kamis (06/08/2026).

img_title Agen Perlinsos Jemput Bola, Pemkab Kulonprogo Optimistis Seluruh Warga Berhak Terdaftar Perlinsos Digital Akhir 2026

Forum yang mengangkat tema The Role of Insurance Ecosystems: Connecting with Customers in New Ways ini mempertemukan regulator, pelaku industri, akademisi, dan praktisi untuk membahas arah pengembangan ekosistem asuransi nasional di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Dalam sambutannya, Sri Sultan menekankan bahwa asuransi lahir dari kesadaran akan ketidakpastian hidup. Karena itu, keberadaan asuransi tidak semata dipandang sebagai instrumen keuangan, melainkan ikhtiar kolektif untuk membangun ketahanan masyarakat menghadapi risiko. “Asuransi bukan hanya perkara polis, premi, dan klaim. Di dalamnya terdapat ikhtiar kolektif untuk saling menopang ketika risiko datang tanpa mengetuk pintu,” ujarnya.

img_title Sri Sultan Tegaskan Pembangunan Makodam XXVI/Mataram Harus Sesuai Prosedur, Hak Masyarakat untuk Berdemo Tetap Dijamin

Sri Sultan menilai digitalisasi telah membawa perubahan besar terhadap industri asuransi. Layanan kini dapat diakses lebih cepat, lebih personal, dan semakin mudah dijangkau masyarakat. Namun, menurutnya, keberhasilan transformasi tidak cukup diukur dari kecanggihan teknologi semata. “Kecepatan harus berjalan bersama kehati-hatian. Personalisasi tidak boleh mengarah pada eksploitasi data, sedangkan otomatisasi tidak boleh menghilangkan hak manusia untuk memperoleh penjelasan dan perlakuan yang adil. Teknologi harus memperkuat pertimbangan manusia, bukan menggantikan tanggung jawab manusia,” tegasnya.

Selain itu, Sri Sultan mendorong agar manfaat perlindungan asuransi semakin dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Pelaku UMKM, pekerja informal, petani, nelayan, hingga kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya tersentuh layanan keuangan perlu menjadi bagian dari ekosistem perlindungan yang inklusif. “Kepercayaan adalah polis yang tidak tertulis, tetapi paling menentukan. Kepercayaan tumbuh dari transparansi, kompetensi, kepastian pelayanan, serta keberanian menempatkan kepentingan nasabah sebagai dasar keputusan. Tanpa kepercayaan, teknologi hanya menghadirkan kecepatan. Dengan kepercayaan, teknologi dapat menjadi perlindungan yang bermakna,” tandasnya.

img_title Sarkem Fest 2026 : Paduan Wisata, Kuliner, dan Seni Semarakkan HUT Kota Yogya

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Digital, Ahmad Ridha Sabana, menegaskan bahwa penguatan ekosistem proteksi bagi UMKM dan ekonomi digital merupakan agenda strategis nasional. Menurutnya, asuransi memiliki peran penting dalam memberikan rasa aman bagi pelaku usaha untuk terus berkembang. “Ekosistem proteksi yang inklusif bagi UMKM dan ekonomi digital bukan sekadar jargon dalam industri. Ini adalah agenda bangsa. Saya ingin mengajak Bapak-Ibu sekalian melihat asuransi bukan hanya sebagai produk keuangan, melainkan sebagai infrastruktur yang menopang jutaan pelaku usaha kecil saat mereka mengambil langkah lebih berani, tumbuh lebih cepat, dan pada akhirnya mampu bersaing di panggung global,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title