Kelurahan Petompon Jadi Percontohan Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Menteri PPPA
Sumber :
  • VIVA Jogja/Humas Pemkot Semarang

Semarang, VIVA Jogja - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, memberikan apresiasi tinggi kepada Kelurahan Petompon, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, sebagai contoh kelurahan yang ramah perempuan dan peduli anak.

img_title Disdikpora DIY Susun SOP Perlindungan Siswa dari Kekerasan di Sekolah

Kunjungan kerjanya ke Balai Kelurahan Petompon pada Senin (27/1) menjadi momen untuk melihat langsung upaya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah setempat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Arifatul menilai bahwa apa yang telah dilakukan oleh Kelurahan Petompon patut menjadi contoh bagi daerah lain. Kolaborasi yang baik antara warga dan pemerintah setempat menunjukkan komitmen bersama dalam membangun lingkungan yang inklusif dan aman bagi perempuan dan anak.

img_title Kasus Little Aresha Kian Meluas, Polisi Tetapkan 32 Tersangka dan 157 Korban

Hal ini sejalan dengan visi Kementerian PPPA untuk mendorong terciptanya masyarakat yang adil dan setara, di mana hak-hak perempuan dan anak terpenuhi.

Keberhasilan Kelurahan Petompon dalam menciptakan lingkungan ramah perempuan dan peduli anak tidak lepas dari berbagai program dan inisiatif yang telah dijalankan.

img_title Kasus Ibu Melakban Anak di Pleret Bantul, Polisi Dalami Dugaan Kekerasan dan Faktor Psikis

Misalnya, adanya ruang publik yang aman bagi anak-anak untuk bermain dan belajar, serta program pemberdayaan ekonomi bagi perempuan. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan juga turut mendukung terwujudnya kelurahan yang ramah bagi semua.

“Saya lebih banyak mendengarkan apa saja yang sudah dilakukan oleh warga di Kelurahan Petompon ini. Luar biasa dan nampaknya kolaborasi sudah terjadi, sudah ada dan sangat baik,” puji Arifatul.  

Ke depan pihaknya memandang perlu sedikit perbaikan dan inovasi agar bisa menjawab persoalan-persoalan yang mungkin nanti akan muncul. “Tetapi pada prinsipnya Kelurahan ini keren banget, masyarakatnya oke,” imbuhnya. 

Ia menambahkan bahwa keberadaan inovasi di Kelurahan Petompon ini bisa menjadi pilot project untuk berdirinya Ruang Bersama Indonesia yang menjadi visi besar menuju Indonesia Emas 2045.

“Kami bermimpi, tahun 2029 seluruh desa di Indonesia, sebanyak 75.260 desa, sudah memiliki Ruang Bersama Indonesia,” tambahnya.

Arifatul berharap agar model yang diterapkan di Kelurahan Petompon dapat diadopsi dan dikembangkan di daerah lain di Indonesia. Dengan demikian, upaya untuk mewujudkan kesetaraan gender dan perlindungan anak dapat semakin meluas, menciptakan dampak positif bagi masyarakat secara keseluruhan.

Halaman Selanjutnya
img_title