KSPSI DIY : Kebijakan Efisiensi Mengancam 10.000 Pekerja Sektor Wisata DIY

Pengurus Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Iindonesia DIY
Sumber :
  • Istimewa

YOGYAKARTA, VIVA Jogja –  Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang tertuang dalam Instruksi Presiden No. 1 tahun 2025, berdampak cukup signifikan bagi keberlangsungan dunia industri pariwisata di Yogyakarta. Hal tersebut terungkap dalam acara buka Bersama dan diskusi yang digelar pengurus Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Iindonesia (KSPSI)  DIY pada Minggu (16/03/2025).

img_title Ribuan Warga Manfaatkan Klinik Perizinan dan Investasi DPMPTSP Kota Yogyakarta

Berdasar informasi yang disampaikan Ketua Umum Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Arya Pering Arimbawa, sebagian hotel bergantung pada acara dan kunjungan kerja yang diadakan pemerintah. Dengan adanya kebijakan efisiensi ini, pihak hotel harus ikut menekan biaya operasional termasuk gaji untuk para pegawai.

Dari survei yang digelar IHGMA terkait dampak efisiensi anggaran pada 315 hotel yang berada di Aceh hingga Papua, hasil yang didapatkan yakni para pengusaha hotel bintang tiga mengaku pendapatannya turun hingga 100%, dan hotel bintang empat turun hingga 60%.

img_title Gotong Royong Bedah Rumah di Semaki, Pemkot Yogyakarta Teguhkan Solidaritas Warga

Dalam kesempatan tersebut sekretaris KSPSI DIY Krisna yang juga merupakan salah satu pekerja sektor pariwisata  mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sudah dirasakan industri perhotelan di Yogyakarta sejak bulan Januari, dan pada bulan Maret, tekanan tersebut dirasa menjadi semakin berat, mengingat pengusaha harus membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawan, sementara pihak hotel hanya bisa menjual kamar, rata-rata hanya lima (5) sampai 10 kamar. “Kondisi ini hampir sama saat pandemi Covid-19,” papar Krisna.

Namun menurut Krisna, disaat pandemi Covid-19, sektor pariwisata termasuk perhotelan mendapatkan subsidi, baik bagi karyawan juga dari sisi pembayaran pajaknya.

img_title Lomba Masak Warnai Hari Anak Nasional, Media dan Pemerintah Perkuat Sinergi

“Kalo sekarang kan tidak ada bantuan sama sekali. Makanya sangat berat bagi industri pariwisata, terutama hotel,” katanya.

Mengandalkan Event

Untuk tetap bisa menjalankan bisnisnya, rata-rata hotel hanya mengandalkan dari event buka bersama, “Kamar dan ruang meeting yang biasanya untuk agenda dari pemerintahan sudah tidak  bisa menghasilkan revenue,” terangnya lagi.

Krisna juga memaparkan, saat ini terjadi penurunan tamu sekitar 60 persen, dan untuk paket MICE sudah 100 persen.

Dalam kesempatan yang sama Ketua KSPSI DIY Waljid Budi L menambahkan bahwa saat ini ada tidak kurang 10.000 pekerja yang bergantung kepada sektor pariwisata terancam masa depannya .

Halaman Selanjutnya
img_title