Kalender Hijriah Global Tunggal Resmi Diluncurkan

Kalender Hijriah Global Tunggal diluncurkan
Sumber :
  • Humas UMY

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi meluncurkan 'Kalender Hijriah Global Tunggal' (KHGT) sebagai ikhtiar Muhammadiyah untuk mengintegrasikan dunia Islam ke dalam satu sistem penanggalan Hijriah yang selama ini sering berbeda.

img_title Muhammadiyah Siapkan Peta Jalan Karier Dosen Menuju Guru Besar

Inisiatif monumental ini diluncurkan di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta bersama berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam serta perwakilan dari sejumlah negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (HI UMY) sekaligus Ketua Pelaksana Launching KHGT M Rofiq Muzakkir menjelaskan, bahwa esensi utama KHGT adalah mewujudkan satu tanggal dan satu hari Hijriah yang berlaku seragam di seluruh dunia.

img_title Haedar Nashir: Mutu Perguruan Tinggi Ditentukan Kualitas, Bukan Status

Rofiq menjelaskan, maknanya, tanggal 1 Muharram, sama di Amerika, Indonesia, Arab Saudi, dan seluruh penjuru dunia. “Ini belum pernah terjadi sebelumnya,” katanya.

Ia memaparkan bahwa proses hingga terbentuknya kriteria KHGT memakan waktu yang panjang, bahkan telah melalui diskursus sejak 1939. Perumusan tersebut kemudian terus berkembang hingga pada tahun 2016 mencapai puncaknya dalam Kongres Penetapan Kalender Islam di Turki, yang juga dihadiri oleh perwakilan Muhammadiyah.

img_title Muhammadiyah Dorong Evaluasi Ormas Berbasis Hukum dan Data

“Dasar-dasarnya merupakan hasil akumulasi pemikiran para ulama dan astronom melalui _ijtihad_ kolektif. Kesepakatan tentang syarat, prinsip, dan parameter kalender telah tercapai di tahun 2016, dan inilah yang diadopsi Muhammadiyah,” ungkapnya.

Rofiq menambahkan, Turki saat ini menjadi satu-satunya negara anggota OKI yang telah mengadopsi kalender ini. Selain itu, ormas-ormas Islam internasional seperti Fiqh Council of North America di Amerika Serikat dan European Council for Fatwa and Research di Eropa juga telah menggunakan sistem serupa. Sementara pemerintah Indonesia belum mengadopsinya karena masih menggunakan metode rukyat, yang hanya dapat memastikan tanggal setelah pengamatan hilal setiap bulan.

Muhammadiyah memiliki alasan kuat mengusung KHGT, yakni untuk mengakhiri disparitas dalam memulai ibadah-ibadah utama seperti puasa Ramadan dan Idul Fitri. Perbedaan waktu yang terjadi tidak hanya menimbulkan kebingungan, tetapi juga berpotensi merenggangkan  ukhuwah Islamiyah. KHGT diusulkan sebagai solusi integratif untuk mewujudkan prinsip 'satu hari, satu tanggal' bagi seluruh umat Islam.

Rofiq menegaskan bahwa seluruh rangkaian peluncuran KHGT ini sepenuhnya merupakan inisiatif dan kontribusi Muhammadiyah, termasuk mengundang duta besar negara-negara Islam serta narasumber internasional yang sudah menerapkan sistem kalender serupa.

Halaman Selanjutnya
img_title