Sekolah SDN di Sleman Kekurangan Murid
- Dok Pemkab Sleman
YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Menghadapi menurunnya jumlah murid masuk SD Negeri di Kabupaten Sleman, Bupati Sleman, Harda Kiswaya berkomentar bahwa sekolah adalah pilihan. Pemerintah tidak bisa memaksa orangtua untuk menyekolahkan anak mereka di sekolah negeri.
Meski begitu, menurut Harda, Pemkab Sleman harus segera meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Sembada.
"Kapasitas guru SD Negeri harus segera ditingkatkan dengan meningkatkan kemampuan melalui diklat dan sebagainya, termasuk juga sarana dan prasarana sekolah negeri, " kata Harda.
Bupati Sleman juga menyebut pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan prasarana dan sarana sekolah di Kabupaten Sleman melalui peningkatan bangunan danfasilitas fisik dan bahan ajar yang memadai.
Selain itu, Bupati Sleman juga menyoroti kesejahteraan guru. " Soal pilihan sekolah, saya serahkan kepada masyarakat. Karena sekolah itu pilihan, mau di negeri mau di swasta. Dari situ biar semua berkembang," kata Harda.
Diketahui bahwa dari total SD Negeri yang ada di Sleman 374, 76 SD hanya menerima murid baru kurang dari 10 anak. Bahkan SD Negeri Taraman, di Kelurahan Sinduharjo Ngaglik, hanya menerima 3 murid baru.
Harda mengatakan, sekolah swasta ikut berkontribusi, mengambil peran dalam meningkatkan daya saing bagi generasi Kabupaten Sleman. Selain itu, menurut Bupati Sleman, jumlah anak usia masuk SD makin sedikit, sementara jumlah satuan pendidikan semakin banyak, ditambah pilihan orang tua yang cenderung menyekolahkan anak ke sekolah swasta.
Ditambahkan Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman, Sri Adi Marsanto, meski hanya ada 10 siswa, kegiatan pembelajaran tetap jalan.
Sri Adi juga membenarkan, minimnya anak usia masuk SD di beberapa wilayah karena kecenderungan orangtua memilih sekolah swasta, terutama yang berbasis agama atau memiliki fasilitas unggulan, ditambah lagi minimnya jumlah anak usia masuk SD di wilayah tertentu, terutama di daerah pinggiran, dan sekolah SD yang saling berdekatan.
Soal regrouping sekolah, Dinas Pendidikan Sleman sedang mengkaji opsi penggabungan sekolah (regrouping) sebagai solusi jangka panjang. Namun, kebijakan ini mempertimbangkan banyak aspek dan belum diputuskan secara resmi.