Stunting Bikin Pusing, Pemkot Magelang Luncurkan GENTING

Program GENTING untuk selamatkan balita dari stunting di Kota Magelang
Sumber :
  • ari sunandar

KOTA MAGELANG,  VIVAJogja - Pemerintah Kota Magelang secara resmi meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) sebagai langkah kolektif untuk menekan angka stunting di wilayahnya. Acara peluncuran berlangsung pada Selasa (5/8/2025) di Pendopo Pengabdian dan dihadiri unsur pemerintah, pelaku usaha, komunitas, hingga media.

img_title Kinerja Disdukcapil Magelang Capai 100 Persen, Aktivasi IKD Baru 38 Persen

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menyebut GENTING sebagai 'ikhtiar bersama' untuk menyelamatkan generasi penerus dari ancaman stunting yang masih mengintai Kota Magelang.

"Melalui DPMP4KB, saya mengajak semua elemen masyarakat bergabung dalam gerakan ini. Kondisi kita genting, tidak bisa ditunda," kata Damar.

img_title Layanan Cek Kesehatan Gratis Sasar 38.679 Siswa, Termasuk Anak Putus Sekolah di Kota Magelang

Pemkot Magelang luncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting

Photo :
  • ari sunandar

Berdasarkan data terbaru yang dipaparkan dalam acara, sebanyak 537 balita atau 12,4 persen dari total balita di Kota Magelang berada dalam risiko stunting. Selain itu, 431 balita atau 10 persen mengalami underweight, dan 181 balita atau 4,2 persen mengalami wasting, yakni kekurangan gizi akut.

img_title Pejabat Pemkot Magelang Dikocok Ulang, Upaya Damar Solidkan Kabinetnya

Damar menegaskan bahwa permasalahan gizi tidak bisa ditangani pemerintah sendiri. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi seluruh unsur pentahelix: pemerintah, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, serta media massa.

"Kami tidak bisa sendiri. Karena itu, GENTING mengajak siapa pun untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak dari keluarga miskin yang berisiko stunting," ujar Damar.

Sejumlah lembaga dan instansi telah menyatakan komitmennya mendukung GENTING. Di antaranya BAZNAS Kota Magelang sebanyak 15 anak, DPMP4KB Kota Magelang 7 anak, Bank Jateng Cabang Magelang 10 anak, Bank Magelang 7 anak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 10 anak dan Wartawan Kota Magelang 1 anak.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, dan KB (DPMP4KB) Kota Magelang, Wawan Setiadi menjelaskan, bahwa GENTING dirancang untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menanggulangi stunting secara langsung.

"Melalui program ini, setiap orang tua asuh diminta menyumbang Rp15.000 per hari per anak selama enam bulan," kata Wawan.

Bantuan tersebut akan dikonversi dalam bentuk paket nutrisi, edukasi kesehatan, pendampingan langsung oleh petugas gizi dan tenaga kesehatan. Semwntara untuk sasarannya adalah 178 balita di bawah dua tahun (baduta) serta ibu hamil dari keluarga miskin atau rentan di Kota Magelang.

Program GENTING akan berlangsung Agustus 2025 hingga Januari 2026, dengan pelaksanaan dilakukan oleh petugas kesehatan di Puskesmas dan Kelurahan se-Kota Magelang.

Wawan berharap, intervensi enam bulan ini akan mampu memperbaiki status gizi balita dan mencegah anak-anak dari dampak jangka panjang stunting.

 "Kami ingin melahirkan generasi Magelang yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting. Ini investasi masa depan," tegasnya.