Ribuan Warga Antusias Daftar Program Mudik dan Balik Rantau Gratis 2026 Pemprov Jateng
- VIVA Jogja/Pempov Jateng
Semarang, VIVA Jogja — Program Mudik dan Balik Rantau Gratis yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Meski pelaksanaannya baru direncanakan untuk tahun 2026, ribuan warga sudah lebih dulu mendaftar sebagai peserta. Antusiasme tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Mudik dan Balik Rantau Gratis 2026 yang digelar di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (4/11).
Rapat dihadiri berbagai pihak, mulai dari perwakilan pemerintah kabupaten/kota, organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng, sektor swasta, hingga perwakilan paguyuban masyarakat perantau.
Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah, Leles Sudarmanto, mengungkapkan bahwa minat masyarakat untuk mengikuti program ini tetap tinggi dari tahun ke tahun.
Hingga awal November, sudah tercatat 1.927 orang yang mendaftar untuk mengikuti program mudik gratis tahun depan.
“Antusias masyarakat sangat luar biasa, terutama dari daerah tujuan seperti Sukoharjo, Cilacap, Wonogiri, Purworejo, Kebumen, Magelang, dan kawasan Soloraya,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mendorong masyarakat agar benar-benar memanfaatkan kesempatan ini dengan bijak.
“Kapasitasnya terbatas sementara peminatnya sangat banyak. Jadi, pastikan yang sudah mendaftar benar-benar berangkat agar program ini berjalan efektif,” pesannya.
Sumarno juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas penyelenggaraan program tahun depan agar lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ia menilai, arus mudik dan balik tak hanya membawa manfaat sosial, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pergerakan pemudik mendorong aktivitas ekonomi lokal melalui transaksi selama mereka berada di Jawa Tengah. Karena itu, evaluasi dari pelaksanaan sebelumnya harus dijadikan bahan perbaikan di tahun 2026,” pungkasnya.
Program Mudik dan Balik Rantau Gratis menjadi salah satu agenda tahunan favorit masyarakat Jawa Tengah karena tidak hanya membantu warga perantau pulang kampung dengan aman dan nyaman, tetapi juga mempererat tali silaturahmi serta menggerakkan ekonomi daerah.