Arus Kendaraan Libur Nataru Padati DIY, Tempel Jadi Gerbang Utama
- Humas Polda DIY
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Gelombang kendaraan yang memasuki Daerah Istimewa Yogyakarta selama libur Natal dan Tahun Baru 2025 menunjukkan lonjakan signifikan. Hingga hari keempat pelaksanaan Operasi Lilin Progo, tercatat 371.241 kendaraan melintasi berbagai pintu masuk menuju wilayah ini.
Data tersebut diperoleh dari pemantauan kamera CCTV Smart Province yang terpasang di delapan titik perbatasan DIY-Jawa Tengah. Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyampaikan bahwa Tempel masih menjadi jalur paling sibuk dengan 111.349 kendaraan, disusul Kikis Joholanang yang mencatat 84.929 kendaraan.
Tak hanya arus masuk, pergerakan keluar dari DIY juga tinggi. Sebanyak 354.671 kendaraan tercatat meninggalkan wilayah ini, dengan Tempel kembali menjadi titik terpadat, yakni 122.002 kendaraan, diikuti Prambanan dengan 98.819 kendaraan.
Menurut Ihsan, kepadatan lalu lintas didominasi oleh kendaraan roda dua dan mobil pribadi. Pola pergerakan masyarakat pun terlihat jelas, dengan puncak kepadatan terjadi pada pagi hari pukul 06.00–10.00 WIB serta sore pukul 14.00–17.00 WIB. “Kami mengimbau pengendara untuk mengantisipasi jam-jam rawan tersebut agar perjalanan lebih nyaman,” ujarnya.
Untuk menjaga kelancaran arus, Polda DIY menyiagakan personel di pos pengamanan perbatasan. Ihsan menekankan pentingnya keselamatan dibanding kecepatan, mengingat padatnya volume kendaraan di jalur utama. “Keselamatan harus menjadi prioritas, terutama bagi pengendara motor dan mobil pribadi yang mendominasi arus mudik,” tegasnya.
Selain pengamanan lalu lintas, Polda DIY juga menyiapkan Pos Pengamanan (Pospam) dan Pos Pelayanan (Posyan) di sejumlah titik strategis. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat, mencari informasi rute, atau sekadar melepas lelah. “Jangan memaksakan diri berkendara dalam kondisi fisik yang tidak prima. Singgahlah di Pos Pelayanan terdekat bila merasa lelah atau mengantuk,” pesan Ihsan.
Lonjakan arus kendaraan ini menjadi gambaran antusiasme masyarakat untuk berlibur dan mudik ke Yogyakarta. Di tengah kepadatan, aparat berharap disiplin berlalu lintas dan semangat saling menjaga tetap menjadi pegangan utama agar perjalanan libur Nataru berlangsung aman dan nyaman.