DIY Perketat Pengawasan Jalur Bergelombang Saat Arus Mudik Lebaran 2026
- Dok Pemda DIY
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menaruh perhatian serius terhadap kondisi sejumlah ruas jalan yang belum sepenuhnya mulus menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah. Jalur bergelombang yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan menjadi salah satu isu utama dalam Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (10/03/2026).
Kapolda DIY, Brigjen Pol. Anggoro Sukartono, menegaskan bahwa laporan mengenai kondisi jalan menjadi masukan penting bagi aparat keamanan. Menurutnya, jalur yang belum dapat diperbaiki dalam waktu dekat akan mendapatkan pengawasan ekstra dengan penempatan personel secara lebih intensif. “Pada jalur-jalur yang sudah ditandai memiliki kondisi tertentu, pengamanan akan kami tingkatkan. Personel akan ditempatkan lebih intensif dibandingkan jalur yang sekadar menjadi spot pengawasan biasa,” ujarnya.
Anggoro menambahkan, langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi ketidaktahuan masyarakat terhadap kondisi jalan, terutama bagi pemudik dari luar daerah. “Banyak masyarakat yang datang dari luar daerah belum mengetahui kondisi jalur yang mereka lalui. Dengan informasi yang disampaikan lebih awal, kita bisa mencegah potensi kecelakaan akibat ketidaktahuan tersebut,” jelasnya.
Selain pengawasan langsung, kepolisian akan memperkuat koordinasi dengan instansi terkait untuk menyebarkan informasi mengenai kondisi jalur mudik kepada masyarakat. Informasi ini dinilai penting agar pemudik dapat mempersiapkan perjalanan dengan lebih baik, termasuk mengantisipasi perlambatan kendaraan di beberapa ruas jalan.
Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pengendara agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur bergelombang. Dengan adanya informasi yang jelas, masyarakat dapat menyesuaikan kecepatan dan pola perjalanan sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan.
Faktor Cuaca Jadi Perhatian
Dalam rapat koordinasi tersebut, potensi gangguan lain yang dapat memengaruhi kelancaran arus mudik juga dibahas. Berdasarkan pemaparan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di wilayah DIY diperkirakan masih cukup tinggi hingga April mendatang. Kondisi ini menjadi perhatian khusus, terutama di kawasan perbukitan Kabupaten Gunungkidul yang sebelumnya sempat mengalami tanah longsor.
Dengan curah hujan yang tinggi, risiko bencana seperti longsor dan banjir di beberapa titik jalur mudik tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, aparat keamanan bersama instansi terkait akan menyiapkan langkah antisipasi tambahan, termasuk penempatan posko siaga di wilayah rawan bencana.