Sri Sultan Pastikan Mahasiswa Luar DIY Tetap Terjamin Akses BPJS Kesehatan

Direktur Utama BPJS Kesehatan bertemu Sri Sultan HB X
Sumber :
  • Dok Pemda DIY

 

img_title Belanja Daerah DIY 2027: Strategi Rp4,93 Triliun untuk Tekan Kemiskinan dan Wujudkan Pancamulia

 

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh mahasiswa dari luar DIY tetap mendapatkan akses penuh terhadap layanan BPJS Kesehatan selama menempuh pendidikan di Yogyakarta. Hal ini disampaikan dalam pertemuan dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA, M.M.R.S., yang berlangsung di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Kamis (12/03/2026).

img_title Senyum Dibalik Perjuangan Tak Kenal Lelah, JKN Menjadi Penjaga Harapan Para Penyintas Penyakit Kronis

Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, yang turut mendampingi Sri Sultan, menjelaskan bahwa Yogyakarta sebagai kota pelajar memiliki jumlah mahasiswa luar daerah yang sangat besar. “Ngarsa Dalem menekankan pentingnya jaminan kesehatan bagi mahasiswa. Mereka tentu berpotensi mengalami sakit, sehingga akses terhadap JKN harus dipastikan berjalan lancar,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama BPJS Kesehatan juga memperkenalkan diri sebagai pejabat baru sekaligus menyampaikan apresiasi atas capaian DIY yang berhasil meraih cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan hingga 99%. Menurutnya, pencapaian ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung program nasional JKN. “Alhamdulillah, di DIY tidak ada kendala terkait verifikasi data peserta PBI yang dinonaktifkan. Semua berjalan aman,” tambah Made.

img_title Penunjukan Plh Gubernur DIY, Langkah Normatif dalam Tata Kelola Pemerintahan

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menegaskan bahwa mahasiswa luar DIY tetap akan dilayani selama kepesertaan JKN mereka aktif. Ia menjelaskan adanya asas portabilitas dalam sistem JKN, yang menjamin pelayanan kesehatan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. “Mahasiswa dari berbagai daerah tetap bisa mengakses layanan kesehatan di DIY. Prinsip portabilitas memastikan pelayanan mudah, cepat, dan setara,” jelasnya.

Akmal juga menambahkan bahwa persoalan aktivasi peserta PBI sudah terselesaikan. BPJS Kesehatan secara berkala melakukan monitoring, terutama bagi peserta dengan penyakit katastropik, sehingga mereka kembali aktif dan dapat memperoleh layanan kesehatan. “Selama tiga bulan terakhir, kami pantau secara intensif dan semua sudah berjalan baik,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba, menyampaikan bahwa mahasiswa luar DIY dapat mengubah data fasilitas kesehatan pertama mereka ke faskes yang ada di Yogyakarta. BPJS Kesehatan juga menyiapkan program BPJS Goes to Campus untuk mendekatkan layanan kepada mahasiswa. “Setiap tahun ada sekitar 300 ribu mahasiswa baru datang ke DIY. Program ini akan bersinergi dengan kampus negeri maupun swasta agar mahasiswa tetap sehat dan terlindungi,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title