Perokok dan PKL masih jadi Problem di Malioboro

Satpol PP Kota Yogya tertibkan PKL di Malioboro
Sumber :
  • Dok Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Kawasan Malioboro kembali menjadi pusat perhatian selama libur Lebaran 2026. Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melaksanakan pengamanan intensif dalam operasi Jogobaran yang berlangsung dari 18 hingga 25 Maret 2026. Fokus utama pengawasan kali ini adalah pelanggaran terhadap aturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) serta pengamen di luar titik atraksi yang telah ditentukan.

img_title Bekalista, Ikon Transportasi Ramah Lingkungan Yogyakarta Resmi Mengaspal

Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat, menyampaikan bahwa meskipun posko Jogobaran telah resmi ditutup pada Rabu (26/03/2026) malam, pihaknya tetap melanjutkan patroli di Malioboro hingga akhir masa libur Lebaran. Patroli ini mencakup area strategis seperti Jalan Malioboro dan Jalan Pasar Kembang, dengan tujuan menjaga ketertiban dan kenyamanan pengunjung.

“Pengamanan posko sudah selesai, tapi kami tetap backup dengan patroli. Kami optimalkan pengawasan di Malioboro dan sekitarnya,” ujar Octo.

img_title Pembangunan Gedung Baru DPRD DIY Lampaui Target, Optimisme Rampung Tepat Waktu

Selama pelaksanaan Jogobaran, pelanggaran paling dominan adalah aktivitas merokok di sembarang tempat. Padahal, Malioboro telah ditetapkan sebagai Kawasan Tanpa Rokok. Petugas Satpol PP secara aktif memberikan teguran lisan kepada pengunjung yang kedapatan merokok di area publik. Selain itu, keberadaan PKL dan pedagang asongan yang muncul di trotoar dan jalur pedestrian juga menjadi perhatian serius.

“Operasi ini bersifat persuasif. Kami mengedepankan pendekatan humanis, dengan memberikan peringatan langsung kepada pelanggar,” tambah Octo.

img_title Malioboro Bersiap Jadi Kawasan Pedestrian Bebas Emisi November 2026

Tak hanya pengunjung dan pedagang, pengamen yang tampil di luar titik atraksi resmi juga ditertibkan. Lima pengamen mendapat teguran lisan karena memasuki kawasan Malioboro tanpa izin. Mereka diingatkan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta telah menetapkan titik-titik khusus untuk atraksi seni jalanan, sehingga tidak diperkenankan tampil sembarangan.

Sekretaris Satpol PP Kota Yogyakarta, Heri Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa selama operasi Jogobaran, pihaknya mendirikan lima posko siaga di titik-titik strategis Malioboro. Posko tersebut berada di depan eks Teras Malioboro 2, depan Kepatihan, depan Toko Terang Bulan, Bank Jogja Pasar Beringharjo, dan sekitar Gereja Margomulyo.

Setiap harinya, sekitar 115 personel dikerahkan dalam satu shift, terdiri dari anggota Satpol PP, Satgas Linmas, petugas Jogoboro, Linmas kewilayahan, serta Jaga Warga dari tiga kemantren di sekitar Malioboro.

Halaman Selanjutnya
img_title