Waspada Kanker Ginjal, Penyakit yang Sering Tak Disadari

Kanker ginjal munjul tanpa gejala
Sumber :
  • Istimewa

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Kanker ginjal kini menjadi salah satu penyakit yang patut diwaspadai karena jumlah penderitanya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Data GLOBOCAN yang berada di bawah koordinasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, insiden kanker ginjal pada laki-laki secara global mencapai 4,8 persen dibandingkan jenis kanker lain. Angka ini menempatkan kanker ginjal di peringkat ketujuh dari seluruh jenis kanker yang menyerang laki-laki, sementara kanker prostat masih berada di urutan pertama dengan 31,7 persen. Lebih mengkhawatirkan lagi, tren usia penderita kanker ginjal semakin bergeser ke kelompok yang lebih muda. Kasus publik figur Vidi Aldiano yang meninggal dunia di usia 35 tahun pada Maret lalu menjadi pengingat bahwa penyakit ini bisa menyerang siapa saja.

img_title OMRON Experience Center Hadir di Yogyakarta, Perkuat Edukasi dan Pemantauan Hipertensi

Dokter Spesialis Urologi dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, Dr. dr. Ahmad Zulfan Hendri, Sp.U(K), menjelaskan bahwa kanker ginjal bukanlah penyakit menular dan tidak semata-mata diturunkan secara genetik. Penyakit ini biasanya muncul dari clear cell atau sel jernih yang terlihat transparan di bawah mikroskop. Meski penyebab pastinya belum diketahui, gaya hidup berisiko menjadi faktor pemicu. Kebiasaan merokok, riwayat hipertensi, pola makan yang meningkatkan tekanan darah, serta metabolisme tubuh yang rendah hingga menyebabkan obesitas, semuanya dapat meningkatkan risiko munculnya kanker ginjal.

Zulfan menambahkan, orang dengan riwayat keluarga penderita kanker ginjal memiliki kemungkinan dua kali lipat lebih besar untuk terpapar. Begitu pula mereka yang sudah mengalami gangguan fungsi ginjal sebelumnya, risikonya lebih tinggi dibandingkan orang dengan ginjal normal. Masalahnya, kanker ginjal sering kali tidak menunjukkan gejala khas di stadium awal. Banyak pasien baru menyadari keberadaan penyakit ini ketika sudah memasuki stadium menengah atau lanjut. “Karena tidak ada gejala yang jelas di awal, pasien biasanya datang saat kondisinya sudah parah. Akibatnya, harapan hidup pun menurun,” ujarnya.

img_title Pesan Digital Dorong Kendali Hipertensi di Yogyakarta

Gejala yang bisa dikenali biasanya muncul ketika kanker sudah berkembang. Beberapa tanda yang sering ditemukan antara lain adanya darah dalam urine, rasa tidak nyaman di area pinggang, munculnya benjolan, serta pegal-pegal yang sering diabaikan. Zulfan menyarankan agar orang dengan riwayat keluarga penderita kanker ginjal maupun gangguan fungsi ginjal rutin melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) dan medical check up minimal setahun sekali. Langkah ini penting untuk mendeteksi kanker secara dini, karena diagnosis sering kali bersifat insidental.

Tindakan medis yang dapat dilakukan bergantung pada stadium penyakit. Jika tumor berukuran kurang dari tujuh sentimeter dan belum menyebar, operasi pengangkatan menjadi solusi kuratif. Namun, jika kanker sudah menyebar, diperlukan terapi variatif untuk memperlambat persebaran sel kanker dan memperpanjang usia penderita. “Kanker itu sifatnya semi emergency. Kita berkejaran dengan waktu. Semakin pasien menunda kontrol, semakin besar peluang sel tumor menyebar,” jelas Zulfan.

img_title 5 Makanan dan Minuman Super Ini Dapat Membantu Menyembuhkan Insomnia, Coba Deh

Untuk pencegahan, ia menekankan pentingnya gaya hidup sehat. Rajin berolahraga, tidur cukup, menjaga pola makan bergizi seimbang, serta menghindari rokok dan alkohol adalah langkah sederhana yang bisa menurunkan risiko kanker ginjal. Jika hasil pemeriksaan rutin menunjukkan indikasi kanker, pasien harus segera mengikuti arahan dokter agar penanganan bisa dilakukan sejak dini. “Apabila terdeteksi di stadium awal, ikuti program yang sudah ditetapkan dokter. Itu akan sangat membantu memperpanjang harapan hidup,” pesannya.

Kanker ginjal memang sulit dikenali di tahap awal, tetapi kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan rutin dan menjaga pola hidup sehat dapat menjadi benteng utama. Kasus-kasus yang muncul belakangan ini menjadi pengingat bahwa penyakit ini tidak mengenal usia. Dengan deteksi dini dan kepatuhan terhadap arahan medis, peluang untuk bertahan hidup bisa lebih besar.