Pesan Digital Dorong Kendali Hipertensi di Yogyakarta
- Bing Image Creator
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta terus berupaya menekan angka penderita hipertensi dengan berbagai strategi. Salah satu langkahnya adalah pemanfaatan sistem digital pengingat konsumsi obat dan kontrol kesehatan, yang diharapkan mampu membentuk kebiasaan baru masyarakat dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Data Dinkes menunjukkan, sepanjang Maret hingga Mei 2026 tercatat 39.819 pasien hipertensi dalam perawatan. Dari jumlah tersebut, 1.691 merupakan kasus baru, sementara pasien yang berhasil mencapai kondisi terkendali sebanyak 15.623 orang atau sekitar 40,98 persen. Angka ini memang belum mendekati target nasional, namun dinilai cukup baik sebagai hasil dari berbagai program intervensi yang dijalankan.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinkes Kota Yogyakarta, dr. Iva Kusdyarini, menegaskan bahwa hipertensi bukan sekadar penyakit tekanan darah tinggi, melainkan pintu masuk bagi komplikasi serius seperti stroke, gagal ginjal, hingga penyakit jantung. Ia menjelaskan bahwa faktor risiko hipertensi terbagi menjadi dua, yakni yang tidak bisa dikendalikan seperti usia dan riwayat keluarga, serta yang bisa dikendalikan melalui perubahan gaya hidup. Kurangnya aktivitas fisik, pola makan tinggi garam dan lemak, rendahnya konsumsi buah dan sayur, kebiasaan merokok, serta stres menjadi faktor dominan yang memperburuk kondisi masyarakat.
Karena itu, ajakan untuk menerapkan pola hidup sehat terus digencarkan. “Masyarakat perlu membatasi asupan garam, memperbanyak buah dan sayur, serta rutin berolahraga. Hal-hal sederhana ini bisa menjadi benteng utama mencegah hipertensi,” ujar dr. Iva.
Selain edukasi gaya hidup, Dinkes juga mengoptimalkan program pemeriksaan kesehatan gratis. Melalui kegiatan ini, banyak kasus baru terdeteksi lebih dini, termasuk pasien lama yang sebelumnya tidak rutin melakukan kontrol. Penemuan dini dianggap penting karena semakin cepat pasien mengetahui kondisi tekanan darahnya, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi.
Langkah inovatif lain yang kini menjadi andalan adalah penerapan sistem digital bernama DASI PENSI DIKOTA (Dashboard dan Pengingat Pasien Hipertensi dan Diabetes Mellitus di Kota Yogyakarta). Sistem ini dikembangkan bersama Asosiasi Dinas Kesehatan (ADINKES) dan telah diimplementasikan di 18 puskesmas. Melalui aplikasi ini, pasien menerima pesan singkat berisi pengingat konsumsi obat dan jadwal kontrol. Tenaga kesehatan pun dapat memantau rekam medis pasien secara lebih terstruktur, sekaligus mendeteksi potensi perburukan kondisi lebih cepat.