Wisata Jogja: Merajut Identitas Budaya Lewat Pengalaman Autentik

Walikota Yogya mencoba Arung Jeram di Kali Code
Sumber :
  • Dok Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai kota budaya dengan menghadirkan gagasan segar tentang pariwisata berbasis pengalaman lokal. Dalam sebuah talkshow bertema “Kemajuan Seni dan Budaya Jogja Celebration: Culture and Local Experience” yang digelar di Hotel Grand Rohan, Sabtu (06/06/2026), Wakil Walikota Yogyakarta Wawan Harmawan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor—pariwisata, hospitality, seni, dan industri kreatif, untuk memperkuat daya tarik kota sekaligus membuka ruang ekonomi bagi masyarakat.

img_title Sri Gethuk menapaki Wisata Kelas Dunia

Talkshow tersebut merupakan bagian dari rangkaian pameran seni yang berlangsung selama tiga bulan. Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti serta Handoko Setiawan, pendiri jaringan The Cabin Hotel yang juga dikenal sebagai pelaku usaha sekaligus pecinta budaya. Ketua penyelenggara, Endang Aprianto, menjelaskan bahwa kegiatan berupa podcast dan talkshow ini dirancang untuk menyemangati para pelaku seni sekaligus memperkenalkan dinamika kehidupan budaya Yogyakarta kepada khalayak luas. Dengan siaran langsung, masyarakat dapat menyaksikan bahwa denyut seni dan budaya di Jogja senantiasa hidup dan terus bertransformasi.

Dalam kesempatan itu, Wawan Harmawan menyoroti pentingnya menghadirkan nuansa budaya sejak wisatawan pertama kali tiba di Yogyakarta. Menurutnya, hotel-hotel di kota ini dapat menjadi etalase budaya dengan menghadirkan desain bangunan bercorak lokal, interior bernuansa tradisional, musik gamelan sebagai pengiring, hingga sapaan khas “Sugeng Rawuh” yang mencerminkan keramahan masyarakat. Ia menilai, pengalaman autentik semacam ini menjadi daya tarik yang dirindukan wisatawan, terutama mancanegara. Lebih jauh, hotel juga bisa menjadi ruang pamer karya seniman lokal, baik di lobi maupun kamar tamu, sehingga selain memperkuat identitas daerah, langkah ini turut membuka peluang ekonomi bagi pelaku seni. “Harapannya hotel-hotel di Jogja bisa menjadi role model. Menampilkan karya seniman lokal, melibatkan pelaku budaya setempat, sehingga budaya berjalan, ekonomi juga bergerak. Konsepnya adalah bela beli, saling menguatkan,” tegas Wawan.

img_title Sleman Bidik Posisi sebagai Destinasi MICE Nasional, Perkuat Kolaborasi dengan Pelaku Industri Pariwisata

Selain seni pertunjukan dan karya visual, ia juga menekankan pentingnya pengembangan wisata gastronomi. Bagi Wawan, makanan khas Yogyakarta bukan sekadar hidangan, melainkan cerita budaya yang menyimpan nilai dan filosofi. Proses pembuatan, kisah di balik resep, hingga kandungan gizi menjadi bagian dari pengalaman yang harus ditawarkan kepada wisatawan. Dengan demikian, kuliner lokal tidak hanya dinikmati sebagai konsumsi, tetapi juga sebagai narasi budaya yang memperkaya perjalanan wisata.

Halaman Selanjutnya
img_title