Lebaran Bukan Sekadar Libur: 7 Tradisi Ini Bikin Momen Idul Fitri Selalu Dirindukan
- VIVA Jogja/ilustrasi-freepik
VIVA Jogja – Lebaran selalu punya cara tersendiri untuk menghadirkan rindu. Bukan hanya soal hari raya, Idul Fitri di Indonesia identik dengan rangkaian tradisi yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa, momen Lebaran menjadi waktu paling dinanti untuk kembali ke akar: keluarga, kampung halaman, dan kenangan masa kecil.
Tak heran, tradisi yang menyertai Idul Fitri selalu terasa hangat dan penuh makna. Salah satu yang paling khas tentu saja mudik. Jutaan orang berbondong-bondong meninggalkan kota perantauan demi kembali ke kampung halaman.
Perjalanan panjang, macet, hingga lelah seakan terbayar lunas saat bertemu keluarga tercinta. Setibanya di hari kemenangan, umat Muslim memulai pagi dengan melaksanakan Salat Idul Fitri. Biasanya dilakukan berjamaah di masjid atau lapangan terbuka, momen ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus awal dari perayaan yang penuh suka cita.
Tradisi berikutnya adalah halalbihalal dan silaturahmi. Rumah-rumah terbuka untuk dikunjungi, tangan saling berjabat, dan kata maaf terucap tulus.
Di banyak keluarga, budaya sungkeman kepada orang tua menjadi bagian yang tak terpisahkan, penuh haru dan makna penghormatan. Tak lengkap rasanya Lebaran tanpa hidangan khas. Meja makan dipenuhi ketupat, opor ayam, rendang, hingga aneka kue kering seperti nastar dan kastengel.
Makan bersama keluarga bukan sekadar soal makanan, tetapi juga tentang kebersamaan yang jarang terjadi di hari biasa. Selain itu, tradisi ziarah juga kerap dilakukan, terutama bagi mereka yang mudik ke kampung halaman. Mengunjungi makam keluarga menjadi cara untuk mengenang sekaligus mendoakan orang-orang tercinta yang telah tiada.
Yang tak kalah ditunggu, terutama bagi anak-anak, adalah pembagian Tunjangan Hari Raya (THR). Amplop berisi uang baru menjadi simbol berbagi kebahagiaan. Tradisi ini sederhana, namun meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang sejak kecil.
Di era digital, satu tradisi baru ikut menguat: foto bersama keluarga. Momen kebersamaan diabadikan dan dibagikan di media sosial, menjadi kenangan yang bisa dikenang kapan saja. Meski beragam tradisi mewarnai, esensi Lebaran tetap satu: saling memaafkan dan kembali ke fitrah.