FKH UGM Terima Bantuan 40 Sapi untuk Kembangkan Veterinary Teaching Farm
- DOK Humas UGM
SLEMAN, VIVA Jogja - Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM) semakin memperkuat komitmennya dalam pengembangan pendidikan dan riset di bidang peternakan, dengan menerima bantuan sebanyak 40 ekor sapi dari dua perusahaan mitra, yakni PT Juang Jaya Abdi Alam dan PT Sido Agung Farm. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan SMART Veterinary Teaching Farm yang berlokasi di Playen, Gunungkidul.
Dekan FKH UGM, Prof drh Teguh Budipitojo, menyampaikan bahwa keberadaan sapi-sapi bantuan ini akan menjadi penopang penting bagi fasilitas pembelajaran dan penelitian. Menurutnya, SMART Veterinary Teaching Farm dirancang sebagai pusat pendidikan modern yang mengintegrasikan praktik lapangan dengan teknologi terkini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Juang Jaya Abdi Alam dan PT Sido Agung Farm atas dukungan yang diberikan. Bantuan ini akan sangat membantu mahasiswa dalam meningkatkan kompetensi, khususnya keterampilan praktik dan pemahaman lapangan,” ujar Teguh.
Ia menambahkan, sarana praktik yang memadai merupakan syarat penting dalam pendidikan kedokteran hewan. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga harus mampu mengaplikasikan pengetahuan dalam perawatan kesehatan dan pengembangbiakan hewan ruminansia. Dengan adanya Teaching Farm, mahasiswa dapat belajar langsung di lokasi praktik yang menyerupai kondisi nyata di lapangan.
Seremoni penyerahan bantuan sapi ditandai dengan penandatanganan piagam kerja sama antara FKH UGM dan kedua perusahaan mitra. Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pita sebagai simbol peresmian kandang sapi. Momentum ini sekaligus menandai dimulainya kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan industri peternakan.
General Manager PT Juang Jaya Abdi Alam, William Bulo, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung dunia pendidikan sekaligus berkontribusi pada peningkatan populasi sapi nasional. “Kami memberikan 21 ekor sapi sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan SMART Veterinary Teaching Farm. Harapannya, fasilitas ini bisa menjadi sarana riset sekaligus memperkuat hubungan antara akademisi dan industri,” ungkap William.
Sementara itu, PT Sido Agung Farm juga menyalurkan bantuan sapi dengan tujuan serupa. Direktur Marketing perusahaan tersebut, drh. Asrokh Nawawi, menyampaikan bahwa pihaknya melihat potensi besar dalam kolaborasi dengan UGM. Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga bagi industri peternakan yang membutuhkan tenaga profesional dengan kompetensi tinggi.