Mikroalga, Harapan Baru Energi dan Kesehatan Dunia

Prof Dr Eko Agus Suyono, M.App.Sc
Sumber :
  • Dok UGM

SLEMAN, VIVA Jogja - Mikroalga kini semakin dipandang sebagai salah satu solusi biologis paling menjanjikan untuk masa depan. Organisme mikroskopis ini tidak hanya berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan energi terbarukan, pangan, pakan, hingga obat-obatan. Dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Bioteknologi Industri dan Lingkungan di Fakultas Biologi UGM, Prof Dr Eko Agus Suyono, M.App.Sc., menegaskan bahwa mikroalga adalah “mesin biologis masa depan” yang mampu menjembatani kepentingan lingkungan, kebutuhan industri, dan agenda pembangunan berkelanjutan.

img_title Ikan Zebra Jadi Primadona Riset Biomedis Modern di UGM

Kontribusi mikroalga terhadap kehidupan manusia sangat nyata. Melalui fotosintesis, ia menyerap karbon dioksida dari atmosfer dan mengubahnya menjadi senyawa organik, sekaligus menghasilkan oksigen dalam jumlah besar. Diperkirakan sekitar 40 hingga 50 persen oksigen di bumi berasal dari proses fotosintesis mikroalga. Dengan demikian, setiap tarikan napas manusia sesungguhnya bergantung pada keberadaan organisme ini. Peran vital tersebut menjadikan mikroalga sebagai salah satu komponen utama dalam mitigasi perubahan iklim, karena kemampuannya menurunkan kadar karbon dioksida yang menjadi pendorong utama pemanasan global.

Lebih jauh, mikroalga juga dikenal sebagai produsen primer dalam rantai makanan global. Di ekosistem akuatik, ia berfungsi sebagai penyerap sekaligus penyedia karbon yang menopang berbagai tingkat kehidupan. Kandungan biomassa mikroalga sangat kaya, mulai dari polisakarida, lipid, pigmen, protein, vitamin, mineral, hingga antioksidan. Semua komponen ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat diolah menjadi beragam produk, seperti biodiesel, bioetanol, biohidrogen, pupuk, pangan, hingga pakan fungsional. Penelitian yang dilakukan Eko menunjukkan bahwa mikroalga bahkan dapat dimanfaatkan untuk pengolahan limbah, sekaligus menghasilkan biomassa bernilai tambah.

img_title PDAM Sleman Gandeng Satelit Argentina, UGM, dan Stellarvision Korea untuk Deteksi Kebocoran Pipa Air

Di bidang energi, mikroalga menawarkan potensi luar biasa sebagai bahan baku biofuel. Dibandingkan dengan sumber biofuel konvensional seperti kelapa sawit, jagung, atau bunga matahari, mikroalga memiliki produktivitas yang lebih tinggi dan ramah lingkungan. Keunggulan ini menjadikannya kandidat utama dalam upaya transisi menuju energi bersih. Sementara itu, di sektor pangan dan pakan, mikroalga mampu menjawab tantangan ketahanan pangan global. Ia dapat dibudidayakan di lahan marjinal tanpa mengganggu produksi pangan utama, serta tumbuh dengan cepat. Kandungan nutrisi dan komponen bioaktifnya menjadikan mikroalga sebagai pakan fungsional yang mampu meningkatkan kesehatan, pertumbuhan, dan sistem imun ternak.

Halaman Selanjutnya
img_title