Mahasiswa UGM Terdampak Bencana Sumatra Terima Beasiswa
- Istimewa
Kisah nyata dari para penerima bantuan semakin menegaskan betapa pentingnya program ini. Bunga Aya Lalangsa, mahasiswa Fakultas Teknik UGM asal Kota Langsa, Aceh, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya. Ia menceritakan bagaimana banjir besar yang melanda kampung alamannya sempat membuatnya kehilangan kontak dengan keluarga. Air yang masuk ke rumah meninggalkan lumpur tebal, memaksa keluarganya mengeluarkan biaya besar untuk membersihkan dan memperbaiki kerusakan. Bantuan beasiswa ini, menurutnya, sangat meringankan beban orang tuanya sehingga ia bisa tetap fokus pada kuliah. “Dengan adanya bantuan dari LPS, saya merasa lebih tenang untuk melanjutkan studi,” tuturnya.
Cerita serupa datang dari Bunga Bonatua Sinaga, mahasiswa Fakultas Pertanian UGM. Ia menjelaskan bahwa keluarganya mengalami penurunan kondisi finansial akibat banjir yang merusak rumah serta perabotan mereka. Pendapatan ayahnya sebagai petani jagung dan padi juga menurun drastis. Bonatua menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan. Ia berharap program semacam ini bisa terus berlanjut, terutama bagi mahasiswa yang benar-benar membutuhkan. “Semoga saya dan teman-teman yang terdampak bencana bisa menyelesaikan studi dan menjadi sarjana yang layak,” harapnya.
Bantuan beasiswa dari LPS Peduli ini bukan hanya sekadar angka dalam laporan keuangan, melainkan simbol nyata dari solidaritas dan kepedulian. Di balik setiap rupiah yang diberikan, terdapat harapan agar mahasiswa tetap bisa menempuh pendidikan tanpa harus terbebani oleh kondisi ekonomi keluarga yang terguncang akibat bencana. Lebih dari itu, program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara lembaga keuangan, media, dan universitas mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.