Kampanyekan Kudus ASIK, Gerakan Generasi Muda Berbasis Digital demi Kota Kretek Apik Resik

Ratusan Mitra BLDF kunjungi Pusat Pengolahan Organik
Sumber :
  • arif

 

Keris Raksasa di Kudus Dikirab Keliling Desa, Membumikan Warisan Keraton Surakarta

KUDUS, VIVAJogja– Pusat Pengolahan Organik (PPO) dibangun Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada tahun 2018. Kehadiran PPO tersebut, sebagai bukti dan komitmen BLDF mendukung aksi pelestarian lingkungan, khususnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kota Kretek.

Paparan tersebut diungkapkan Director Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara, saat acara Inagurasi Gerakan Digital Kudus Asik dan Apresiasi 370 Mitra PPO. Kegiatan tersebut bertempat di Ruang Samanae Saman, Djarum Oasis Kretek Factory, Kudus pada Rabu (26/2/2025).

Universitas Muria Kudus Bidik Kerjasama DPARI dan Unla, Ternyata Ini Manfaatnya

Mutiara menjelaskan, sampah organik yang telah berada di PPO ini kemudian didaur ulang menjadi pupuk organik. Sampah-sampah organic yang dikelola PPO BLDF, berasal dari 370 mitra yakni rumah makan, pasar tradisional, masyarakat desa, hotel, korporasi dan sektor lainnya yang ada di Kudus.

Inagurasi Kudus Asik dihadiri perwakilan Pemkab Kudus dan BLDF

Photo :
  • arif
Deteksi Tuli Sejak Dini, Telinga Siswa TK ABA Dibidik RS Sarkies Aisyiyah Kudus

Untuk meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap pentingnya pemilahan sampah di Kota Kretek ini, kata Mutiara, kemudian dibentuk gerakan generasi muda berbasis digital “Kudus ASIK (Apik Resik)” pada tahun 2022 lalu.

Menurut Mutiara, inisiatif Kudus ASIK merupakan bentuk sinergi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Linkungan Hidup (PKPLH) sebagai perencana aksi daerah.

Halaman Selanjutnya
img_title