Datang Diam-Diam ke Colomadu, Bupati Karanganyar Bongkar Masalah Serius
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Kunjungan tanpa pemberitahuan yang dilakukan Bupati Karanganyar, Rober Christanto, ke Kecamatan Colomadu pada Rabu pagi (11/6/2025) membuka fakta yang mencengangkan.
Saat tiba di lokasi sekitar pukul 07.31 WIB, orang nomer satu di Kabupaten Karanganyar ini mendapati suasana kantor belum sepenuhnya siap melayani masyarakat.
Sejumlah staf memang sudah hadir, tetapi sebagian lainnya justru tidak tampak, meski sudah tercatat absen.
Tanpa didampingi Wakil Bupati, Rober datang bersama Kepala BKPSDM Karanganyar, Nur Aini Farida. Keduanya langsung mengecek daftar kehadiran pegawai di kantor kecamatan.
Dari 17 nama dalam daftar, hanya 12 yang mengisi absen. Yang lebih mengejutkan, sebagian dari mereka yang sudah absen ternyata tidak berada di tempat.
“Ada yang sudah absen tapi tidak ada orangnya,” lapor Kepala BKPSDM saat memeriksa data.
Rober lantas memerintahkan seluruh staf yang hadir untuk apel pagi. Satu per satu nama yang tercatat absen dipanggil.
Namun, beberapa di antaranya tidak menjawab. Kondisi ini langsung memicu reaksi kecewa dari sang Bupati.
“Saya ke sini bukan tanpa alasan. Keluhan dari masyarakat soal pelayanan di Colomadu ini semakin sering kami terima. Dan hari ini saya buktikan sendiri, ternyata benar,” tegas Rober saat menyampaikan arahannya di depan para staf kecamatan seperti yang dilihat dalam unggahan, Rabu (11/6/2025).
Tidak hanya itu, Camat Colomadu pun belum hadir saat sidak berlangsung, dan bahkan belum mengisi daftar hadir.
Fakta ini semakin memperkuat kekhawatiran publik tentang lemahnya disiplin aparatur sipil di level kecamatan.
Rober kemudian mengumpulkan seluruh staf yang hadir ke aula kantor untuk pendataan ulang.
Kepala BKPSDM menyampaikan bahwa satu staf telah pensiun, sementara sisanya tidak hadir tanpa keterangan jelas.
"Kami tidak sedang mencari-cari kesalahan,” ujar Rober. “Tapi saya dan jajaran pemkab punya tanggung jawab untuk memastikan masyarakat benar-benar dilayani dengan baik. ASN itu pelayan publik, bukan sebaliknya.”
Menurut Rober, banyak aduan warga yang masuk melalui media sosial maupun secara langsung sudah terlalu banyak untuk diabaikan.
Mulai dari keluhan soal keterlambatan pelayanan, staf yang tidak ramah, hingga sulitnya bertemu pejabat kecamatan.