Aktivitas Merapi Masih Tinggi, Guguran Lava Teramati Hingga 1,900 Meter

Luncuran awan panas Merapi teramati pagi ini
Sumber :
  • Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi

YOGYAKARTA, VIVA Jogja -  Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan sepanjang periode pengamatan 15–16 Agustus 2026. Laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat intensitas kegempaan cukup tinggi dengan dominasi gempa guguran, gempa hybrid, serta beberapa kejadian vulkanik dangkal dan tektonik jauh. Kondisi ini menegaskan bahwa Merapi masih berada pada Level III atau Siaga, dengan potensi bahaya yang harus diantisipasi masyarakat di sekitar lereng.

img_title Aktivitas Merapi Meningkat, Guguran Lava Capai 2 Kilometer

Pada periode pengamatan 16 Agustus pukul 12.00–18.00 WIB, cuaca mendung dengan angin lemah ke arah barat. Suhu udara berkisar 20–22 °C dengan kelembaban hampir mencapai 100 persen. Secara visual, gunung tertutup kabut dengan intensitas 0–III dan tidak teramati asap kawah. Aktivitas kegempaan mencatat 23 kali gempa guguran dengan amplitudo 1–31 mm dan durasi hingga 198 detik. Selain itu, terdapat 16 kali gempa hybrid dengan amplitudo 2–27 mm serta tiga kali gempa tektonik jauh dengan durasi mencapai 219 detik. Guguran lava teramati dua kali ke arah Hulu Kali Krasak sejauh 1.700 meter dan tiga kali ke arah Hulu Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter.

Sementara pada periode pagi hari 16 Agustus pukul 06.00–12.00 WIB, kondisi cuaca berawan hingga mendung dengan suhu udara lebih hangat, mencapai 28 °C. Gunung tertutup kabut dengan intensitas 0–III. Aktivitas kegempaan mencatat 21 kali gempa guguran, 12 kali gempa hybrid, dua kali vulkanik dangkal, serta satu kali tektonik jauh. Guguran lava teramati dua kali ke arah Kali Sat/Putih dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.700 meter.

img_title BPBD Sleman Siaga titik api di lereng Merapi akibat Erupsi

Pada dini hari 16 Agustus pukul 00.00–06.00 WIB, cuaca cerah dengan angin tenang ke arah timur. Gunung terlihat jelas dengan asap kawah tipis setinggi 25 meter. Aktivitas kegempaan mencatat 18 kali gempa guguran, 23 kali gempa hybrid, serta tiga kali vulkanik dangkal. Guguran lava teramati dua kali ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.

Sehari sebelumnya, 15 Agustus, aktivitas Merapi juga cukup tinggi. Dalam periode pengamatan 24 jam, tercatat 82 kali gempa guguran, 91 kali gempa hybrid, 25 kali vulkanik dangkal, serta sembilan kali tektonik jauh. Guguran lava teramati beberapa kali ke arah Kali Krasak dan Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter. Kondisi meteorologi saat itu bervariasi antara cerah, mendung, dan berawan dengan suhu udara 15–26 °C.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Guguran Lava dan Awan Panas Masih Terjadi, Merapi Bertahan di Level III Siaga