Guguran Lava dan Awan Panas Masih Terjadi, Merapi Bertahan di Level III Siaga
- Dok BPPTKG
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Aktivitas Gunung Merapi dalam beberapa hari terakhir menunjukkan intensitas yang cukup tinggi dengan teramati guguran lava dan awan panas di sejumlah periode pengamatan. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat, status Merapi masih berada di Level III atau Siaga, dengan potensi bahaya yang perlu diwaspadai masyarakat di sektor selatan-barat daya dan tenggara.
Dalam pengamatan pada Minggu pagi, 30 Agustus 2026 pukul 06.00–12.00 WIB, kondisi cuaca di sekitar Merapi cerah dengan suhu udara berkisar 21,8–25 derajat Celsius dan kelembaban 60–78 persen. Gunung terlihat jelas, asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tipis setinggi 10–25 meter di atas puncak. Pada periode ini teramati satu kali guguran lava ke arah barat daya, tepatnya Kali Krasak, dengan jarak luncur maksimum 1.300 meter. Sejumlah aktivitas kegempaan juga tercatat, di antaranya 26 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–28 mm dan durasi 37–131 detik, serta 10 kali gempa hybrid dengan durasi 8–20 detik.
Sementara itu, pada periode pengamatan sebelumnya, Minggu dini hari pukul 00.00–06.00 WIB, cuaca cerah dengan suhu lebih rendah, sekitar 15,7–17 derajat Celsius. Asap kawah tipis setinggi 25 meter teramati jelas. Dalam rentang waktu tersebut, terjadi 16 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter ke arah barat daya melalui Kali Sat/Putih dan Kali Krasak. Aktivitas kegempaan juga cukup intens dengan 19 kali gempa hybrid berdurasi hingga 51 detik.
Sehari sebelumnya, Sabtu 29 Agustus 2026, aktivitas Merapi juga menunjukkan adanya awan panas guguran. Pada periode pengamatan pukul 06.00–12.00 WIB, teramati satu kali awan panas guguran ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter. Guguran lava tercatat lima kali dengan jarak luncur hingga 1.700 meter. Data kegempaan menunjukkan 17 kali gempa guguran dan 19 kali gempa hybrid. Pada pukul 09.18 WIB, awan panas guguran tercatat dengan amplitudo maksimum 31,9 mm dan durasi 142 detik, mengarah ke barat daya.
Aktivitas Merapi pada 28 Agustus 2026 juga cukup menonjol. Dalam pengamatan sepanjang hari, tercatat satu kali awan panas guguran dengan amplitudo 87 mm dan durasi 116 detik, meluncur sejauh 2.000 meter ke arah Kali Sat/Putih. Guguran lava terjadi sebanyak 32 kali ke arah barat daya melalui Kali Sat/Putih, Bebeng, Krasak, dan Boyong. Aktivitas kegempaan pada hari itu mencapai 103 kali gempa guguran dan 54 kali gempa hybrid.