Merapi Level III Siaga, Guguran Lava dan Awan Panas Masih Terjadi

Aktivitas Merapi awal Oktober
Sumber :
  • Bing Image Creator

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah masih menunjukkan aktivitas signifikan pada periode pengamatan 1–4 Oktober 2026. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat aktivitas kegempaan, guguran lava, hingga awan panas guguran yang menandai suplai magma masih berlangsung. Tingkat aktivitas Merapi ditetapkan pada Level III atau Siaga.

img_title Sri Sultan Serahkan 46 Sertifikat Huntap, Warga Diminta Jaga Merapi dan Bangun Penghidupan Berkelanjutan

Dalam laporan resmi, kondisi meteorologi selama pengamatan menunjukkan cuaca bervariasi dari cerah, berawan, hingga mendung dengan suhu udara berkisar 14,9–29,6 °C dan kelembaban 52–100 persen. Angin bertiup lemah ke berbagai arah. Visual gunung sebagian besar jelas, meski beberapa kali tertutup kabut. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, mencapai ketinggian 10–150 meter di atas puncak kawah.

Aktivitas kegempaan cukup tinggi. Pada 1 Oktober, tercatat 87 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–80 mm dan durasi hingga 209 detik. Bahkan teramati satu kali awan panas guguran ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter. Guguran lava juga terjadi beberapa kali dengan jarak luncur mencapai 2.000 meter ke arah Kali Sat/Putih dan Kali Boyong.

img_title Koling dan Darling Merapi: Inovasi Kopi Keliling dari Lereng Gunung

Memasuki 2 Oktober, aktivitas guguran meningkat dengan 85 kali kejadian, amplitudo 2–39 mm, dan durasi hingga 189 detik. Guguran lava teramati sembilan kali dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter. Selain itu, tercatat delapan kali gempa vulkanik dangkal yang menunjukkan suplai magma masih aktif.

Pada 3 Oktober, aktivitas kegempaan tetap tinggi dengan 51 kali guguran, 75 kali gempa hybrid/fase banyak, serta dua kali gempa vulkanik dangkal. Guguran lava teramati delapan kali dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter ke arah Kali Sat/Putih dan Kali Krasak. Kondisi visual menunjukkan asap kawah tipis setinggi 10–20 meter.

img_title Aktivitas Merapi Meningkat, Guguran Lava Capai 2 Kilometer

Sementara pada 4 Oktober pagi hingga siang, aktivitas Merapi masih terpantau. Guguran tercatat 18 kali dengan amplitudo 2–13 mm dan durasi hingga 122 detik. Satu kali tremor harmonik dengan amplitudo 24 mm dan durasi 75 detik juga terekam. Guguran lava teramati ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang, mencapai ketinggian 50 meter di atas puncak.

Halaman Selanjutnya
img_title