BPBD Sleman Siaga titik api di lereng Merapi akibat Erupsi

Gunung Merapi menunjukkan peningkatan aktivitas
Sumber :
  • Dok Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi

SLEMAN, VIVA Jogja – Pemerintah Kabupaten Sleman resmi menetapkan status Siaga Darurat Erupsi Gunung Merapi menyusul peningkatan aktivitas vulkanis gunung yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Status aktivitas Merapi kini berada pada Level 3 (Siaga) dan akan berlaku hingga 30 September 2026, dengan kemungkinan diperpanjang sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

img_title Aktivitas Merapi Meningkat, Guguran Lava Capai 2 Kilometer

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro, menjelaskan bahwa penetapan status siaga ini segera diikuti dengan berbagai langkah kesiapsiagaan terpadu. Salah satu fokus utama adalah antisipasi kebakaran vegetasi di lereng Merapi yang rawan terjadi pada musim kemarau. “Kami siaga kebakaran karena sebelumnya sempat terjadi kebakaran yang menghanguskan vegetasi di lereng atas Merapi,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).

Kebakaran vegetasi di lereng gunung biasanya dipicu oleh luncuran awan panas guguran (APG) yang membakar jalur vegetasi sepanjang arah luncuran. Titik kebakaran sebelumnya sempat muncul di wilayah barat daya, tepatnya Jurangjero, Srumbung, Magelang, Jawa Tengah. Meski tidak sampai masuk ke wilayah Sleman, BPBD tetap meningkatkan kewaspadaan penuh, terutama karena jalur sungai seperti Kali Krasak memiliki mata air penting bagi masyarakat.

img_title Pemkot Yogyakarta Gelar Simulasi EWS Banjir, Warga Didorong Pahami Rambu Peringatan Dini

Selain ancaman kebakaran, BPBD Sleman juga memperkuat mitigasi bencana melalui dua pendekatan, yakni struktural dan nonstruktural. Mitigasi struktural meliputi pengecekan dan perbaikan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), penguatan tebing sungai, pelebaran jalur evakuasi, hingga pembersihan barak pengungsian. Namun, Bambang mengakui bahwa pemeliharaan barak terkendala anggaran yang tahun ini hanya sekitar Rp4 juta. Kondisi tersebut membuat perbaikan besar seperti plafon jebol belum bisa ditangani, sehingga pemeliharaan difokuskan pada kebutuhan mendesak seperti pintu, jaringan air bersih, dan listrik.

Mitigasi nonstruktural diwujudkan melalui edukasi masyarakat dan sosialisasi ke sekolah-sekolah dengan penerapan program sister school serta Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Program ini bertujuan agar institusi pendidikan di kawasan rawan erupsi siap menghadapi evakuasi sewaktu-waktu.

img_title Guguran Lava dan Awan Panas Masih Terjadi, Merapi Bertahan di Level III Siaga

BPBD Sleman mencatat ada 37 unit EWS aktif, terdiri dari 34 unit di wilayah Merapi dan 3 unit EWS longsor di Prambanan. Perangkat deteksi dini ini mencakup pengeras suara, kamera CCTV, hingga pemantau lahar dingin. Bambang menekankan pentingnya pengecekan berkala, mengingat pernah terjadi insiden korsleting listrik pada EWS di Kemiri Turi yang sempat berbunyi sendiri selama tiga menit sebelum ditangani petugas.

Halaman Selanjutnya
img_title