UGM Hadirkan Senyum Baru bagi Buruh Teh Pagilaran
- Dok Humas UGM
Batang, VIVA Jogja - Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) menghadirkan program pengabdian yang memberi dampak nyata bagi masyarakat. Di kawasan perkebunan teh Pagilaran, para buruh pemetik daun teh tak hanya bekerja keras setiap hari, tetapi kini juga mendapat perhatian khusus dalam kesehatan gigi dan mulut. Program pelayanan yang berlangsung selama satu tahun terakhir ini telah memberikan pemeriksaan kesehatan gigi kepada sekitar seratus orang, serta pemasangan gigi tiruan bagi 43 warga. Angka tersebut menunjukkan betapa besar kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan gigi yang selama ini belum sepenuhnya terpenuhi.
Ketua Spesialis Prodi Prostodonsia FKG UGM, Dr. drg. Sri Budi Barunawati menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bentuk nyata kepedulian universitas terhadap masyarakat sekitar. Empat kali kunjungan dilakukan sepanjang tahun, dan setiap kali kunjungan selalu menghasilkan perubahan yang dirasakan langsung oleh para buruh. Senyum yang kembali hadir setelah pemasangan gigi tiruan menjadi simbol keberhasilan program ini.
Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan SDM FKG UGM, drg Heribertus Dedy Kusuma Yulianto, M.Biotech., Ph.D., menjelaskan bahwa program ini berawal dari pengabdian berbasis riset. Saat tim melakukan kunjungan ke PT Pagilaran, ditemukan potensi besar untuk mengembangkan layanan kesehatan gigi. Departemen Prostodonsia kemudian mengidentifikasi tingginya kebutuhan masyarakat terhadap gigi tiruan, sehingga lahirlah kolaborasi antara FKG UGM dan PT Pagilaran. Kolaborasi ini semakin kuat dengan integrasi program pengabdian ke dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang melibatkan mahasiswa secara langsung dalam pelayanan kesehatan.
Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dari program ini. Mereka tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga terjun langsung ke lapangan, mendukung pelayanan kesehatan gigi, sekaligus merasakan interaksi dengan masyarakat. FKG UGM bahkan melakukan revitalisasi balai kesehatan di kawasan PT Pagilaran yang sebelumnya tidak aktif, sehingga kini dapat difungsikan kembali sebagai pusat layanan kesehatan gigi.
Ketua Tim Pengabdian FKG UGM, drg. Lisdrianto Hanindriyo, MPH., Ph.D., menambahkan bahwa tahun ini fokus program diarahkan pada penyegaran kompetensi kader kesehatan gigi. Sebanyak 27 kader yang sebelumnya telah dilatih kembali dibekali keterampilan pemeriksaan gigi sederhana agar mampu melakukan deteksi dini terhadap berbagai masalah kesehatan gigi. Kompetensi tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan Posyandu maupun pelayanan kesehatan dasar di masyarakat. Setiap kader nantinya diharapkan mendampingi satu RT dan berperan aktif dalam kegiatan Posyandu balita maupun lansia yang rutin diselenggarakan.