TPID DIY Pantau Sapi Kurban Milik Presiden

Stok sapi menjelang Idul Ahda di DIY aman
Sumber :
  • Humas Pemda DIY

 

img_title DPRD DIY Minta Pemda Serius Perkuat Anggaran Mitigasi Bencana

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Presiden RI, Prabowo Subianto memilih sapi jenis Peranakan Ongole (PO) milik Agus Basuki, warga asal Kalurahan Segoroyoso, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, menjadi salah satu sapi kurban Idul Adha 2025. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY yang dipimpin Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tri Saktiyana pun mengecek langsung kondisi sapi milik Agus Basuki yang diberi nama Anom, di peternakan Sari Lembu Segoroyoso pada Kamis (15/05/2025).

Selain mengecek kondisi Anom, pada hari yang sama, TPID DIY juga melakukan peninjauan ke Lintang Songo Farm yang berlokasi di Kalurahan Jambidan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul. Di samping mengecek kondisi kesehatan, kunjungan TPID DIY ini utamanya juga guna memastikan stok dan harga hewan kurban yang ada.

img_title Inflasi DIY Agustus 2026 Terkendali di Tengah Kenaikan Harga Pangan dan Energi

“Sudah melihat sapi yang dibesarkan oleh warga Bawuran ini. Beratnya lebih dari 900 kilogram dan kondisinya sangat sehat, bersih. Kami ikut bangga, Mas Agus dari Kapanewon Pleret ini bisa memenangkan kompetisi sehingga sapinya terpilih oleh kepresidenan untuk dijadikan sapi Presiden di Iduladha tahun 2025 ini,” jelas Tri Saktiyana.

Dari pemantauan yang dilakukan, Tri Saktiyana mengungkapkan, stok hewan kurban yang tersedia dapat mencukupi permintaan masyarakat Bantul dan sekitarnya. Tri Saktiyana juga berterima kasih kepada peternakan Sari Lembu Segoroyoso dan Lintang Songo Farm yang dengan ketat melaksanakan quality control terhadap kondisi semua hewan kurban.

img_title Tandur Muda DIY: UGM dan Pemda DIY Dorong Regenerasi Petani Muda

“Quality control dari sapi-sapi yang datang dari luar daerah ini sudah sangat-sangat dikontrol dengan ketat, sehingga terjamin kualitasnya,” kata Tri Saktiyana.

Dikatakan Tri Saktiyana, tahun ini terjadi penurunan permintaan untuk hewan kurban apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Menurut Tri Saktiyana, penurunan permintaan hewan kurban 2025 kemungkinan besar dipicu oleh kondisi ekonomi yang sedang lesu, baik global maupun lokal.

“Kalau permintaan turun, justru stok hewan kurban di DIY aman dan harga tidak melonjak tinggi," ucap Tri Saktiyana.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bantul,  Fenty Yusdayati yang mendampingi Tri Saktiyana dalam peninjauan kali ini menuturkan, seperti tahun sebelumnya, Bantul juga mendatangkan hewan kurban dari luar. “Tidak hanya di Bali, juga ada dari Pati, juga mendatangkan sapi dan kambing. Seperti biasa tahun sebelumnya,” ujar Fenty.

Halaman Selanjutnya
img_title