Masa Pengenalan Lingkungan SR digelar Dua Bulan
- Humas Pemda DIY
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat di DI Yogyakarta tingkat Sekolah Menengah Atas dilangsungkan selama dua bulan. Berbeda dengan sekolah regular, kegiatan pengenalan ini digelar selama dua bulan penuh, terhitung sejak awal Juli hingga akhir Agustus, dengan tujuan membangun karakter serta solidaritas para siswa baru secara menyeluruh.
Kepala Dinsos DIY, Endang Patmintarsih menyampaikan MPLS selama dua bulan tersebut dilakukan agar siswa mengenal lingkungan sekolah secara mendalam. Siswa SR yang berasal dari sekolah reguler perlu menyesuaikan diri dengan pembelajaran yang ada di sekolah berasrama dan dalam masa orientasi juga diberlakukan pendidikan karakter.
Dalam kurun waktu tersebut, siswa akan dikenalkan dengan kurikulum pembelajaran yang akan digunakan, aturan sekolah, guru dan tenaga kependidikan yang ada di sekolah.
Program Pembinaan Berbasis Nilai
Berbeda dari MPLS yang umumnya dilaksanakan dalam beberapa hari saja, Sekolah Rakyat DIY mengusung konsep pembinaan jangka panjang. Di dalamnya, siswa diperkenalkan pada visi kebangsaan, pendidikan karakter, pelatihan kepemimpinan, pengenalan kearifan lokal, serta diskusi sosial kemasyarakatan.
Selama dua bulan, kegiatan dikemas dalam bentuk lokakarya, simulasi, kunjungan komunitas, penampilan seni, serta kelas outdoor yang menggugah rasa ingin tahu siswa. Para peserta juga diajak berinteraksi langsung dengan tokoh masyarakat dan alumni Sekolah Rakyat untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan serta semangat belajar.
Rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat, berupa tur sekolah dan pengenalan fasilitas serta tata tertib, dialog interaktif dengan guru dan staf sekolah, permainan edukatif untuk membangun kedekatan antar siswa, penulisan refleksi pribadi tentang harapan dan tujuan selama sekolah yang dilangsungkan pada pekan pertama dan kedua.
Pada minggu ke-3 dan 4, akan diberikan kelas karakter dan kebangsaan, yang berisi materi nilai-nilai Pancasila, sejarah perjuangan rakyat, dan semangat nasionalisme, pemutaran film dokumenter pendidikan dan diskusi terbuka, forum belajar tentang hak dan kewajiban sebagai pelajar serta warga negara serta workshop anti-perundungan dan penguatan mental.
Minggu ke 5 dan 6, siswa akan mendapatkan materi ekspresi dan seni budaya, sedang pada Mingg uke 7 hingga 8, materi yang diberikan adalah tentang kegiatan sosial dan komunitas.