DIY Raih Penghargaan Smart Province 2024
- Humas Pemda DIY
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menorehkan prestasi nasional dengan meraih penghargaan Smart Province 2024 dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan DIY dalam mengimplementasikan program kota cerdas, khususnya dalam kategori Smart Living, Smart Economy, dan Smart Environment.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian acara Gerakan Menuju Smart Province yang digelar di Hotel Tentrem, Yogyakarta, sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen DIY dalam mendorong pembangunan berbasis teknologi, keberlanjutan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam membangun ekosistem kota cerdas. “Indonesia Emas 2045 menuntut kita untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat ketahanan nasional melalui pembangunan berbasis teknologi dan pemanfaatan informasi yang cerdas,” ujar Paku Alam X.
Wagub DIY juga menegaskan bahwa semangat kebersamaan harus menjadi fondasi utama dalam pembangunan kota cerdas. “Kolaborasi antara elemen pemerintah dan sektor swasta merupakan pengejawantahan dari prinsip golong-gilig lan manunggal nyawiji, yakni ajaran yang menekankan pentingnya sinergi dalam mewujudkan cita-cita bersama,” papar Sri Paduka.
Acara bertajuk Smart City Business Matchmaking tersebut turut dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Viada Hafid, serta perwakilan dari 251 kabupaten/kota se-Indonesia. Forum ini sekaligus menjadi ajang Rapat Koordinasi Nasional Dinas Kominfo dan Forum Smart City Nasional 2025.
Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyambut baik kepercayaan sebagai tuan rumah penyelenggaraan forum nasional tersebut. Ia menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta untuk memperkuat digitalisasi pelayanan publik melalui platform Jogja Smart Service.
“Layanan cepat berbasis digital kami kembangkan melalui Jogja Smart Service. Ke depan, kami menargetkan sistem terpadu dengan konsep one and single website yang menghimpun data tunggal warga untuk berbagai layanan,” jelas Hasto.
Ia menambahkan, sistem data terpadu ini diharapkan dapat mengatasi persoalan validasi data bantuan sosial yang kerap menjadi sumber perdebatan di masyarakat. “Data mikro sering menjadi polemik, sehingga perlu dijembatani dengan sistem yang terintegrasi,” ujarnya.