Pedestrian Malioboro dibutuhkan Lahan Parkir

Pengunjung Malioboro meningkat selama long weekend
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/ Fuska SE

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Pemerintah Daerah DIY telah mengevaluasi uji coba pedestrian 24 jam yang digelar di kawasan Malioboro awal Desember lalu. Uji coba tersebut menjadi bahan pembahasan dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

img_title Program Rumah Layak Pemkot Yogya, Lengkapi Akses Air Bersih

Dalam rapat tersebut, Sultan menekankan pentingnya identifikasi masalah sebelum kebijakan pedestrian diterapkan secara permanen. Menurutnya, langkah yang bijak adalah tidak terburu-buru mengambil keputusan, melainkan terlebih dahulu mengurai persoalan yang muncul di lapangan. Salah satu isu utama yang menjadi sorotan adalah keterbatasan lahan parkir bagi pengunjung Malioboro.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan bahwa penataan parkir harus dipikirkan secara matang agar tidak menimbulkan masalah baru. Ia mencontohkan kemungkinan pemanfaatan lahan di sirip-sirip jalan sekitar Malioboro atau kawasan Ketandan yang bisa dikembangkan sekaligus sebagai Chinatown Yogyakarta. Selain itu, Terminal Giwangan juga disebut sebagai alternatif lokasi parkir yang dapat diaktifkan kembali untuk mengurangi tekanan di pusat kota.

img_title Malam Kebangsaan di Balai Kota Yogya Teguhkan Semangat Persatuan dan Kedaulatan Ekonomi

Hasto menegaskan bahwa uji coba pedestrian yang dilakukan pada 1–2 Desember 2025 memang bertujuan untuk mengidentifikasi dampak dan permasalahan yang muncul. Penutupan akses di Titik Nol Kilometer, misalnya, menimbulkan rentetan dampak besar sehingga pada kegiatan besar berikutnya, seperti acara KPK di Malioboro, Pemkot memastikan tidak akan ada penutupan akses bagi bus, angkutan umum, becak, maupun andong.

Sri Sultan HB X menambahkan bahwa hasil uji coba sudah memberikan gambaran jelas mengenai problem yang ada. Namun, penerapan pedestrian penuh kemungkinan belum bisa dilakukan tahun depan. Menurutnya, penyelesaian masalah parkir dan penataan kawasan harus menjadi prioritas sebelum kebijakan permanen diberlakukan. Ia bahkan menyinggung pemanfaatan lahan eks UPN di Ketandan sebagai solusi jangka panjang untuk kebutuhan parkir.

img_title Ribuan Warga Manfaatkan Klinik Perizinan dan Investasi DPMPTSP Kota Yogyakarta

Dengan evaluasi ini, Pemkot Yogyakarta dan Pemda DIY berharap dapat merumuskan strategi yang lebih realistis dan terukur. Uji coba pedestrian Malioboro bukan hanya sekadar percobaan, melainkan langkah awal untuk menemukan solusi terbaik agar kawasan ikonik tersebut tetap nyaman bagi pejalan kaki sekaligus ramah bagi pengunjung dari berbagai kalangan.

Halaman Selanjutnya
img_title